PALANGKA-NEWS.CO.ID, PALANGKA RAYA – Keputusan pemerintah pusat memangkas dana transfer tentu bukan kabar ringan bagi daerah. Namun, cara Kalimantan Tengah merespons menjadi pelajaran penting: tenang, terukur, dan tidak reaktif.

Sudut pandangan ketua DPD AWPI Kalteng Hadriansyah menuturkan Pemprov Kalteng mengambil dan mengahadapi tidak gegabah punya perhitungan yang matang namun tidak meninggalkan kesan gelisah.

Dalam situasi ketidakpastian fiskal, banyak daerah bisa saja panik atau saling menyalahkan. Namun Kalteng memilih langkah rasional: efisiensi, pengamanan prioritas publik, dan menjaga optimisme masyarakat.

“Ini bukan sekadar soal anggaran.
Ini tentang kemampuan daerah mengelola krisis secara dewasa,”tutur ketua DPD AWPI Kalteng Hadriansyah Amd/ manghadiboy.

Kalteng memiliki peluang besar membuktikan bahwa kemandirian fiskal bukan sekadar wacana, namun kenyataan yang sedang dibangun melalui:

Pengelolaan anggaran yang disiplin,Penguatan investasi daerah,Optimalisasi pendapatan asli daerah, Dan tetap mengutamakan kepentingan rakyat.

Pemangkasan dana mungkin sementara, namun kepercayaan publik dan keberlanjutan pembangunan adalah investasi jangka panjang. Dengan sikap tenang dan kebijakan terukur, Kalimantan Tengah menunjukkan karakter kepemimpinan yang matang dan visioner.

“Jadi DPD AWPI Kalteng mendukung mendampingi ketangguhan fiskal jangan sampai goyang sesuai semboyan Kalteng “Isen Mulang” pantang menyerah untuk kemenangan, dengan melalui media media AWPI menyuguhkan informasi terbaik membangun kalteng semakin maju bermartabat,”ungkap ketua DPD AWPI Kalteng.

Pewarta. : Erwansyah

PT Palangka News Jaya Mandiri.

IMG-20250310-WA0004
Iklan BKD Kalteng