PALANGKA-NEWS.CO.ID, PALANGKA RAYA – Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Tengah terus menunjukkan keberpihakan nyata kepada masyarakat dalam upaya menjaga kelestarian hutan. Langkah ini diwujudkan melalui kolaborasi, pemberdayaan, dan pendampingan masyarakat di sekitar kawasan hutan agar turut aktif menjaga sekaligus mendapatkan manfaat ekonomi dari hasil hutan lestari.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran melalui Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah menyampaikan bahwa pendekatan pembangunan kehutanan saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada aspek pelestarian, tetapi juga mengedepankan kesejahteraan masyarakat lokal.

“Kita ingin masyarakat menjadi subjek utama dalam menjaga hutan. Mereka bukan hanya penjaga, tetapi juga penerima manfaat dari hutan yang lestari,” ujarnya di Palangka Raya, Senin (27/10/2025).

Melalui berbagai program seperti Perhutanan Sosial, Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL), serta Kemitraan Kehutanan, Dishut Kalteng mendorong masyarakat untuk terlibat aktif dalam pengelolaan kawasan hutan secara berkelanjutan. Program ini tidak hanya memperkuat konservasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui hasil hutan bukan kayu seperti madu, rotan, dan tanaman obat.

Selain itu, Dishut Kalteng memperkuat kerja sama lintas sektor, termasuk dengan lembaga swadaya masyarakat dan dunia usaha, untuk memastikan setiap kegiatan kehutanan memberikan dampak positif bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berkomitmen menjaga keseimbangan antara kepentingan ekologi dan ekonomi. Hutan yang lestari adalah masa depan bagi masyarakat Kalimantan Tengah,” tegasnya.

Pembibitan dishut Kalteng 

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat dari Desa Tumbang Rungan, Samsudin, menyambut baik program keberpihakan tersebut. Ia menilai bahwa pendampingan dari Dishut sangat membantu masyarakat memahami cara mengelola hutan secara berkelanjutan tanpa harus merusak lingkungan.

“Dulu kami hanya menebang untuk bertahan hidup. Sekarang, setelah ada pendampingan dari Dishut, kami belajar membuat madu hutan, menanam rotan, dan menjaga sumber air. Hasilnya juga bisa untuk kebutuhan keluarga,” ungkap Samsudin.

Program berbasis masyarakat ini diharapkan menjadi contoh nyata bahwa pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan rakyat, sekaligus memperkuat peran masyarakat sebagai garda terdepan dalam menjaga kelestarian hutan di Bumi Tambun Bungai.

Pewarta. : Titin

PT Palangka News Jaya Mandiri