PALANGKA-NEWS.CO.ID, MURUNG RAYA, – Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Likon dan Bebie, menghadiri serta memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan karnaval budaya yang digelar Pemerintah Kabupaten Murung Raya dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Murung Raya, Sabtu 3/8/2025.
Kegiatan karnaval budaya tersebut menampilkan berbagai atraksi seni, tarian tradisional, serta kekayaan kearifan lokal yang mencerminkan identitas masyarakat Murung Raya.
Wakil Ketua II DPRD Murung Raya, Likon M. Yoseph, mengatakan bahwa kegiatan karnaval budaya ini merupakan sarana penting untuk memperkenalkan, melestarikan, dan mempromosikan budaya daerah kepada masyarakat luas.
> “Kami sangat mendukung kegiatan karnaval budaya ini yang bertujuan untuk mengangkat budaya lokal sebagai sarana promosi budaya, sekaligus wadah bagi seniman dan budayawan untuk terus berinovasi, berkreasi, memperkenalkan kearifan budaya, serta menarik wisatawan lokal maupun dari luar daerah,” ujar Likon.
Politisi PDI Perjuangan tersebut juga menegaskan bahwa keberagaman budaya di Murung Raya merupakan kekayaan yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
“Kita ingin agar seni dan budaya yang ada di Murung Raya terus dilestarikan. Generasi penerus harus tetap memiliki jati diri dan bangga menampilkan berbagai kesenian yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Dayak Murung Raya,” tuturnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Murung Raya, Bebie, menambahkan bahwa dukungan terhadap kegiatan budaya perlu diwujudkan secara nyata. Sebagai bentuk apresiasi, ia bersama Heriyus memberikan hadiah tambahan untuk kategori juara favorit I dan II.
> “Selain hadiah yang disediakan oleh pemerintah daerah dengan berbagai kategori, kami menambahkan hadiah khusus untuk juara favorit I dan II sebagai bentuk dukungan terhadap semangat pelestarian budaya,” ujar Bebie.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan mengembangkan potensi budaya yang ada di daerah.
> “Potensi budaya di Murung Raya ini sangat beraneka ragam. Sangat disayangkan jika tidak dilestarikan, karena dari sanalah nilai-nilai budaya yang dapat mengangkat derajat dan citra daerah kita,” tambahnya.
Karnaval budaya tahun ini diikuti oleh 58 peserta, terdiri dari 41 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) termasuk kecamatan, 10 peserta umum, dan 7 peserta dari kategori sekolah. Kegiatan berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
Reporter : Pendi

Leave a Reply