Penulisan : Hadriansyah
PALANGKA RAYA KALTENG — Sosok Polisi yang dekat dengan masyarakat dan generasi muda memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Pendekatan humanis, komunikasi terbuka, serta kesediaan mendengarkan persoalan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
H. Shamsuddin, M.H, yang dikenal dengan sapaan Cak Sam dan bertugas di wilayah Polda Kalimantan Tengah, diangkat dalam tulisan ini sebagai sosok pengayom yang mengedepankan komunikasi dan pendekatan persuasif dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.
Di tengah tantangan yang dihadapi generasi muda, kehadiran aparat kepolisian yang mampu membangun dialog menjadi penting. Persoalan yang muncul di lingkungan masyarakat tidak selalu dapat diselesaikan hanya melalui tindakan penegakan hukum, tetapi juga memerlukan komunikasi, pembinaan, dan pemahaman terhadap akar permasalahan.
Cak Sam diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara kepolisian, pemuda, dan masyarakat, sehingga berbagai persoalan dapat ditangani secara tepat sesuai kewenangan dan ketentuan hukum yang berlaku.
Kedekatan Polisi dan Generasi Muda
Generasi muda merupakan bagian penting dalam pembangunan daerah. Mereka membutuhkan ruang untuk menyampaikan aspirasi, mendapatkan pembinaan, serta memperoleh pendampingan ketika menghadapi persoalan sosial.
Pendekatan yang terbuka dan tidak menghakimi dapat membantu membangun kepercayaan, sekaligus mendorong anak muda agar berani menyampaikan masalah sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Dalam konteks tersebut, peran polisi sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat tidak hanya terlihat saat melakukan penegakan hukum, tetapi juga melalui komunikasi dan upaya pencegahan di tengah masyarakat.
H. Shamsuddin, M.H : Persoalan Harus Didengar dan Dicari Solusinya
Cak Sam menekankan pentingnya mengedepankan komunikasi dan mencari jalan keluar dalam menghadapi persoalan masyarakat.
“Bagi saya, yang terpenting adalah mendengarkan terlebih dahulu persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya generasi muda. Kita harus memahami duduk perkaranya, mengedepankan komunikasi yang baik, dan mencari solusi sesuai aturan. Jika persoalan dapat diselesaikan melalui pembinaan dan dialog, maka pendekatan itu perlu dikedepankan tanpa mengabaikan hukum,” demikian H. Syamsuddin,,M.H.
Pendekatan tersebut mencerminkan pentingnya keseimbangan antara penegakan hukum dan pembinaan masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, diharapkan potensi konflik dapat dicegah dan hubungan antara polisi dengan masyarakat semakin kuat.
Ahmada Dahlan Apresiasi Peran Polisi yang Dekat dengan Pemuda
Tokoh pemuda Ahmada Dahlan menyampaikan apresiasi terhadap peran aparat kepolisian yang bersedia membangun komunikasi dengan generasi muda dan mendengarkan persoalan yang mereka hadapi.
Ahmada Dahlan, polisi yang terbuka terhadap aspirasi pemuda dapat membantu menciptakan suasana yang lebih kondusif serta mendorong generasi muda untuk berpartisipasi secara positif dalam pembangunan daerah.
“Kami sebagai bagian dari generasi muda mengapresiasi apabila ada anggota kepolisian yang hadir di tengah masyarakat, mau mendengarkan aspirasi, serta membantu mencari solusi atas persoalan yang dihadapi anak-anak muda. Pendekatan seperti ini penting untuk membangun kepercayaan dan mendorong pemuda agar lebih bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat,” demikian Ahmada Dahlan.
Ia juga berharap komunikasi antara kepolisian dan pemuda terus diperkuat melalui kegiatan pembinaan, dialog, serta kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Bersama Membangun Kalteng yang Aman dan Kondusif
Sinergi antara kepolisian, tokoh masyarakat, dan generasi muda merupakan salah satu unsur penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kalimantan Tengah.
Pemuda bukan sekadar kelompok yang perlu dibina, melainkan juga mitra strategis dalam menyampaikan aspirasi, mengembangkan kegiatan positif, dan membantu menjaga lingkungan sosial yang aman.
Melalui komunikasi yang terbuka, penanganan persoalan secara proporsional, dan penghormatan terhadap hukum, hubungan antara kepolisian dan masyarakat diharapkan semakin erat.
Sosok Cak Sam dalam pemberitaan ini menjadi pengingat bahwa tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga dengan pelayanan, perlindungan, pengayoman, dan upaya membangun kepercayaan masyarakat..
Desi Arisandi, M.Pd.
PT Palangka News Jaya Mandiri

Leave a Reply