PALANGKA-NEWS.CO.ID, KOTAWARINGIN BARAT – Kalimantan Tengah berduka atas kepergian sosok yang dikenal sebagai Bunda Konservasi Dunia Prof.  Birutė Galdikas dari kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Kepergian tokoh ini menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi masyarakat lokal, tetapi juga bagi dunia konservasi internasional. Dipublikasikan 26/3/2026.

Sosok yang selama ini mendedikasikan hidupnya untuk pelestarian orangutan dan hutan tropis di Tanjung Puting tersebut telah memberikan kontribusi nyata dalam menjaga ekosistem serta mengangkat nama Indonesia di mata dunia.

Gubernur Kalteng saat di.lokasi tanjung puting kobar

Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya tokoh konservasi tersebut.

“Kalimantan Tengah kehilangan sosok luar biasa yang telah mengabdikan hidupnya untuk kelestarian alam dan satwa. Jasa beliau akan selalu dikenang, dan semangatnya harus terus kita lanjutkan,” ujar Agustiar Sabran.

Pemprov juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhumah agar segala amal ibadah dan pengabdiannya diterima serta mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Kepergian Birutė Galdikas diharapkan tidak memadamkan semangat bersama dalam menjaga kelestarian hutan dan satwa liar.

“Selamat jalan Ibu Prof. Birutė Galdikas, terima kasih atas dedikasi dan cinta yang telah diberikan bagi bumi, khususnya bagi hutan dan orangutan di Kalimantan Tengah,” tutur Agustiar Sabran.

Penghormatan Bupati Kobar kepada Bunda Konservasi dunia.

Sementara itu, Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah juga mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam, mengingat peran besar almarhumah dalam menjaga kelestarian kawasan Tanjung Puting.

“Kami sangat kehilangan figur yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan konservasi di Tanjung Puting. Dedikasi beliau menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus menjaga alam,” ungkap Bupati Kobar.

Kepergian Bunda Konservasi Dunia ini meninggalkan jejak panjang perjuangan dalam pelestarian lingkungan. Diharapkan, seluruh pihak dapat melanjutkan warisan perjuangan tersebut demi masa depan alam Kalimantan Tengah yang berkelanjutan.

(Kastaloni) PT Palangka News Jaya Mandiri