PALANGKA-NEWS.co.id, Palangka Raya – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya dan Yayasan Borneo Nature Foundation (BNF) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Identifikasi Program Adaptasi Perubahan Iklim untuk mendukung FOLU Net Sink Indonesia 2030. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Kereng Bangkirai, Selasa, 9 September 2025.

FGD diikuti unsur kelurahan, tokoh masyarakat, tokoh adat dan agama, ketua RT/RW, serta kelompok masyarakat setempat. Forum ini bertujuan menggali program adaptasi perubahan iklim yang sesuai kebutuhan warga sekaligus selaras dengan target nasional penurunan emisi di sektor kehutanan dan penggunaan lahan.

FOLU Net Sink 2030 merupakan kondisi ketika sektor kehutanan dan penggunaan lahan mampu menyerap emisi karbon lebih besar dibandingkan yang dilepaskan, dengan target serapan bersih sebesar 140 juta ton CO2e pada 2030.

Dalam diskusi tersebut, sejumlah usulan program mengemuka, di antaranya peningkatan tutupan hutan dan vegetasi, penerapan praktik pertanian berkelanjutan, pengelolaan sumber daya air, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap dampak perubahan iklim.

Pelaksana Tugas Kepala DLH Kota Palangka Raya, Berlianto, mengatakan FGD ini menjadi wujud komitmen pemerintah daerah mendorong partisipasi masyarakat sejak tingkat kelurahan.
“Program adaptasi ini penting karena langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Dengan keterlibatan warga, strategi nasional FOLU Net Sink 2030 dapat tercapai lebih nyata dan tepat sasaran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, forum ini juga menjadi sarana menyatukan pandangan para pemangku kepentingan agar program lokal sejalan dengan kebijakan nasional.
“FGD ini bukan sekadar diskusi, tetapi langkah awal menyusun strategi konkret yang bisa diimplementasikan di lapangan,” katanya.

Berlianto menegaskan keberhasilan adaptasi perubahan iklim tidak dapat bergantung pada pemerintah semata, melainkan membutuhkan kesadaran dan konsistensi seluruh elemen masyarakat.
“Harapannya, lahir program adaptasi yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi Kota Palangka Raya dalam mendukung FOLU Net Sink Indonesia 2030,” pungkasnya.