Palangka Raya — Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, mendorong seluruh kandidat Sekretaris Daerah (Sekda) untuk menampilkan gagasan terbaik dalam menyusun rencana aksi transformasi pemerintahan. Pernyataan itu disampaikannya pada kegiatan paparan seleksi Sekda yang digelar di Ruang Command Center Kantor Wali Kota, Rabu (3/12/2025).
Fairid menegaskan bahwa posisi Sekda bukan hanya struktural, tetapi strategis, yang menentukan arah manajemen pemerintahan ke depan. Setiap kandidat diwajibkan menyusun rencana aksi yang mencakup pengembangan SDM, penguatan ekonomi daerah, serta transformasi tata kelola pemerintahan berbasis digital.
“Kita ingin Sekda yang bukan hanya memahami regulasi, tetapi mampu memimpin perubahan. Transformasi digital, percepatan layanan publik, dan inovasi birokrasi adalah tuntutan utama,” ujar Fairid.
Para peserta diminta menjelaskan strategi mulai dari analisis masalah (why), penentuan solusi (what), hingga mekanisme implementasi (how). Rencana aksi harus dilengkapi target peningkatan kinerja, kebutuhan anggaran, serta inovasi pembiayaan alternatif seperti optimalisasi PAD dan skema pendanaan SMI.
Fairid menekankan bahwa gagasan yang diajukan tidak harus muluk-muluk, tetapi harus terukur dan realistis. “Yang kita perlukan adalah gagasan yang bisa dijalankan, bukan hanya konsep. Sekda harus mampu mengeksekusi, bukan sekadar merencanakan,” katanya.
Selain itu, kemampuan koordinasi lintas sektor dan kecepatan pengambilan keputusan menjadi syarat penting. Dinamika kota yang terus berkembang menuntut sosok Sekda yang gesit dan mampu memastikan setiap perangkat daerah berjalan searah dengan kebijakan pemerintah.
Melalui proses seleksi ini, Fairid berharap lahir pemimpin birokrasi yang mampu memperkuat Smart Governance Palangka Raya, serta memastikan pelayanan publik menjadi lebih cepat, transparan, dan berdampak bagi masyarakat.

Leave a Reply