Palangka Raya — Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus mendorong peningkatan kepatuhan wajib pajak sebagai strategi memperkuat kemandirian fiskal daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui pendataan, penagihan, serta pemeriksaan lapangan oleh tim gabungan yang melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja dan aparat penegak hukum.

Kepala Bapenda Kota Palangka Raya, Emi Abriani, mengatakan langkah tersebut tidak semata-mata bertujuan menegakkan aturan, melainkan juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat dan pelaku usaha terkait pentingnya pajak daerah sebagai penopang utama pembangunan.

“Kesadaran membayar pajak harus tumbuh dari pemahaman bahwa setiap rupiah yang dibayarkan akan kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan, fasilitas publik, dan peningkatan pelayanan,” kata Emi, Selasa, 14 Oktober 2025.

Menurut dia, masih terdapat pelaku usaha yang belum sepenuhnya memahami mekanisme pelaporan pajak daerah, khususnya di sektor hotel, rumah makan, dan tempat hiburan. Karena itu, Bapenda aktif turun ke lapangan untuk memberikan pembinaan secara langsung.

“Kami ingin memastikan wajib pajak memahami aturan dengan benar, termasuk jenis usaha yang dikenakan pajak. Pendekatan kami lebih pada edukasi, bukan semata penindakan,” ujarnya.

Selain itu, Bapenda juga terus mengembangkan inovasi layanan pajak berbasis digital guna mempermudah masyarakat dalam melakukan pembayaran. Sistem non-tunai melalui kanal perbankan dinilai mampu meningkatkan efisiensi, akurasi data, serta transparansi pengelolaan pajak daerah.

“Dengan layanan digital, pembayaran pajak bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Ini bagian dari komitmen kami menghadirkan layanan publik yang cepat dan transparan,” tambah Emi.

Ia menegaskan, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak hanya ditentukan oleh besaran tarif pajak, tetapi juga oleh tingkat kesadaran dan kepatuhan masyarakat. Karena itu, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan warga menjadi kunci menjaga stabilitas penerimaan daerah.

“Pajak daerah adalah fondasi keberlanjutan pembangunan. Dengan kepatuhan yang tinggi, Palangka Raya akan semakin kuat secara fiskal dan mampu mempercepat pembangunan di berbagai sektor,” pungkasnya.