PALANGKANEWS.CO.ID, LAMANDAU –
Sebagai wujud nyata perhatian Pemerintah Kabupaten Lamandau terhadap pengembangan bakat generasi muda, Dinas Pariwisata Lamandau menggelar Festival Band dan Vokal Solo Tahun 2025, Sabtu siang (25/10/2025), bertempat di Aula Lantang Torang, Nanga Bulik.
Acara dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi Pembangunan, Perekonomian, dan SDA Sekretariat Daerah Lamandau, Meigo Basel, yang mewakili Bupati Lamandau.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan oleh Meigo Basel, disampaikan bahwa sektor ekonomi kreatif, termasuk musik, memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat identitas budaya bangsa.
> “Kreativitas dan inovasi menjadi modal utama dalam sektor ini, dan peran generasi muda sebagai penggerak ide-ide baru sangat diperlukan,” ujar Meigo Basel.
Ia menegaskan bahwa musik bukan sekadar hiburan, melainkan industri potensial yang mampu menggerakkan ekosistem ekonomi dari tingkat individu hingga nasional.
“Festival seperti ini menjadi ruang alternatif untuk mengakomodasi dan mengembangkan potensi para musisi muda agar mereka dapat mengekspresikan diri serta menampilkan karya terbaiknya,” lanjutnya.
Selain itu, melalui ajang tersebut para peserta diharapkan mampu membangun mental kompetitif yang sehat, memperluas jejaring antarpelaku musik, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan kolaborasi dalam berkarya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lamandau, Hendroplin Minsen Djaliwan, dalam laporannya menyampaikan bahwa total peserta tahun ini mencapai 73 orang, terdiri dari kategori Vokal Solo SD, SMP, SLTA, dan Umum, serta tiga grup band yang turut berpartisipasi dalam kompetisi bergengsi tersebut.
Suasana kompetisi semakin meriah dengan penampilan berbagai genre musik, mulai dari pop, rock hingga akustik, yang disuguhkan oleh para peserta dengan penuh semangat dan kreativitas.
Salah satu legenda musik Nanga Bulik, Tejo Saputra, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan festival ini.
“Ini merupakan bentuk perhatian yang sangat berarti bagi musisi di Kabupaten Lamandau. Mudah-mudahan festival ini tidak berhenti sampai di sini, tapi terus berlanjut dan pesertanya semakin banyak setiap tahun,” ungkap Tejo penuh harap.

Gelaran Festival Band dan Vokal Solo Lamandau 2025 bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah ekspresi, pembentukan karakter, serta tonggak kebangkitan musik lokal di Lamandau.
Melalui kegiatan seperti ini, pemerintah daerah berharap dapat terus menumbuhkan ekosistem kreatif yang berdaya saing dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan daerah. (MBR/TMJ Biro Lamandau)

Leave a Reply