PALANGKA RAYA — Kemarau berkepanjangan yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Tengah mulai menjadi perhatian masyarakat. Kondisi tersebut mendorong adanya harapan agar para ulama, tokoh agama, dan masyarakat dapat bersama-sama menggelar salat Istisqa (salat meminta hujan) sebagai bentuk ikhtiar dan doa kepada Allah SWT.
Gerakan salat Istisqa diharapkan dapat menjadi momentum kebersamaan umat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap dampak kemarau, terutama bagi masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih dan petani yang terdampak kekeringan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama para ulama dan tokoh agama dapat memfasilitasi pelaksanaan salat Istisqa secara bersama-sama di wilayah yang mengalami kemarau panjang.
Selain ikhtiar spiritual, masyarakat juga diharapkan tetap menjaga lingkungan, menghemat penggunaan air, serta mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Warga Palangka Raya, Ibnu, berharap para ulama, tokoh agama, dan masyarakat Kalimantan Tengah dapat bersama-sama membantu pemerintah menghadapi kemarau yang berkepanjangan.
Ibnu mengatakan, kondisi kemarau yang terjadi saat ini membutuhkan perhatian dan kepedulian semua pihak. Menurutnya, selain langkah pemerintah dalam menangani kebutuhan masyarakat, ikhtiar melalui doa dan kegiatan keagamaan juga dapat dilakukan secara bersama-sama.
“Kami berharap para ulama, tokoh agama dan masyarakat Kalteng dapat membantu pemerintah mengatasi dampak kemarau. Kalau bisa, dilaksanakan salat Istisqa bersama sebagai bentuk ikhtiar dan doa agar Allah SWT segera menurunkan hujan,” kata Ibnu.
Ia menambahkan, gerakan bersama tersebut bukan hanya sebagai bentuk doa, tetapi juga untuk memperkuat kepedulian masyarakat dalam menghadapi kekeringan, menjaga lingkungan, serta mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Ibnu berharap pemerintah daerah, ulama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi menghadapi kondisi kemarau hingga situasi kembali normal.
redaksi : PT Palangka News Jaya Mandiri.

Leave a Reply