PALANGKA-NEWS.CO.ID, PALANGKA RAYA — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah merilis perkembangan indikator ekonomi terkini dalam laporan periode Desember 2025. Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, memaparkan sejumlah data strategis mulai dari inflasi, Nilai Tukar Petani (NTP), ekspor-impor, hingga kondisi jasa akomodasi dan transportasi.
Berdasarkan hasil pemantauan di empat kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK), Kalimantan Tengah mengalami inflasi month-to-month (mtm) sebesar 1,04 persen pada Desember 2025. IHK tercatat meningkat dari 108,85 pada November menjadi 109,98 pada Desember.
Agnes menjelaskan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi pemberi andil terbesar terhadap inflasi bulanan yakni 0,91 persen. “Komoditas utama penyumbang inflasi bulanan meliputi cabai rawit (0,18 persen), daging ayam ras (0,16 persen), bawang merah (0,16 persen), beras (0,12 persen), dan ikan gabus (0,09 persen),” paparnya.
Faktor pendorong inflasi dipicu oleh kenaikan permintaan pada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru), peringatan Haul Guru Sekumpul yang menghambat pasokan dari Kalimantan Selatan, serta tingginya curah hujan yang menurunkan produksi cabai rawit dan hasil tangkapan ikan. Secara year-on-year (yoy), inflasi Kalteng tercatat sebesar 3,13 persen.
Nilai Tukar Petani Kalteng pada Desember 2025 berada pada angka 134,59, atau turun 0,36 persen dibanding November 2025 (135,07). Penurunan ini disebabkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) naik lebih tinggi (1,25 persen) dibandingkan indeks harga yang diterima petani (It) yang hanya naik 0,89 persen. Meski demikian, subsektor tanaman hortikultura melonjak 4,59 persen akibat kenaikan harga cabai rawit dan sayur-mayur.
Neraca Perdagangan Luar Negeri Tetap Surplus Kinerja ekspor Kalimantan Tengah periode Januari–November 2025 mencapai US$3.152,45 juta. Meski turun 12,58 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, neraca perdagangan Kalteng tetap mencatatkan surplus signifikan sebesar US$3.117,21 juta.
“Batu bara dan CPO tetap menjadi komoditas utama ekspor dengan negara tujuan utama Jepang, India, dan Tiongkok,” tambah Agnes. Di sisi lain, nilai impor juga mengalami penurunan sebesar 36,25 persen secara kumulatif.
Jasa Akomodasi dan Transportasi
Pada sektor pariwisata, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kalteng pada November 2025 tercatat 54,85 persen, naik tipis 0,94 poin dibanding bulan sebelumnya. Total tamu menginap mencapai 66.845 orang, didominasi oleh tamu domestik (99,34 persen).
Sementara itu, sektor transportasi mengalami penurunan. Frekuensi penerbangan turun 9,97 persen dan jumlah penumpang udara turun 2,99 persen menjadi 124.097 orang pada November 2025. Penurunan lebih tajam terjadi pada angkutan laut, di mana jumlah penumpang turun 22,79 persen dan arus barang turun 11,35 persen.
Rilis ini diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam menentukan kebijakan ekonomi di awal tahun 2026 guna menjaga stabilitas harga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah.
Pewarta. : Titin
PT Palangka News Jaya Mandiri

Leave a Reply