PALANGKA-NEWS.CO.ID, PALANGKA RAYA – Kabar burung mulai berembus kencang di lingkaran birokrasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Nama Rody Iskandar, pejabat asal Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), disebut-sebut masuk dalam radar kuat untuk menduduki kursi strategis sebagai pimpinan di Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah. Meski belum ada pernyataan resmi dari pihak pemerintah provinsi, dinamika ini sudah menjadi perbincangan hangat di kalangan ASN, tokoh pendidikan, hingga masyarakat daerah. 3/12.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa Rody dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam pengelolaan sektor pendidikan di daerah asalnya. Sosoknya dinilai mempunyai kemampuan manajerial yang kuat, komunikasi yang baik dengan pemerintah kabupaten maupun provinsi, serta gaya kerja yang dianggap mampu membawa penyegaran di Dinas Pendidikan Provkalteng.

Sejumlah sumber internal menyebut kemungkinan rotasi pejabat eselon II di lingkup Pemprov Kalteng memang tengah disiapkan sebagai bagian dari penyegaran organisasi. Namun, siapa yang akan dipilih tetap menunggu keputusan resmi dari Gubernur Kalteng. Masyarakat dan pegiat pendidikan kini menunggu perkembangan lebih lanjut, apakah kabar burung tersebut akan terbukti atau sekadar dinamika politik birokrasi yang sering muncul menjelang akhir tahun.

Kutipan Pengamat Pendidikan

Pengamat pendidikan Kalteng, Drs Mawardi , menilai bahwa munculnya nama Rody Iskandar menunjukkan adanya kebutuhan penyegaran di tubuh Dinas Pendidikan Provkalteng.
“Figur seperti Rody memiliki pengalaman lapangan yang kuat. Jika benar ia dipersiapkan, maka ini sinyal bahwa Pemprov ingin memperbaiki tata kelola pendidikan dan memperkuat koordinasi dengan kabupaten/kota,” ujar Mawardi.

Ia menambahkan bahwa dinamika ini wajar sekaligus baik bagi transparansi birokrasi. “Namun tetap, keputusan berada di tangan Gubernur. Kita berharap siapa pun yang dipilih nanti harus mampu menjawab tantangan mutu pendidikan di Kalimantan Tengah,” kata Mawardi yang pernah memimpin sanggar Pendidikan (SKB) di Pangkalan Bun Kobar.

Kutipan DPD AWPI Kalteng.

Ketua DPD AWPI Kalteng, Hadriansyah, turut memberi pandangan atas dinamika tersebut.
“Kami memantau isu ini sebagai bagian dari kontrol publik. Jika benar ada penyegaran jabatan, maka figur yang mengisi harus memiliki rekam jejak bersih dan total bagi dunia pendidikan. Siapapun nanti yang dipilih, termasuk jika Rody, harus mampu bekerja transparan dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Dinamika mencuatnya nama Rody Iskandar menuju kursi pimpinan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah harus dilihat sebagai bagian dari kebutuhan besar: membangun kualitas pendidikan yang benar-benar bermutu tinggi, bukan sekadar rotasi jabatan rutin birokrasi.

DPD AWPI Kalteng menilai bahwa dunia pendidikan di provinsi ini masih menghadapi sejumlah persoalan mendasar — mulai dari ketimpangan tenaga pendidik di daerah terpencil, sarana prasana yang stagnan, hingga minimnya evaluasi transparan terhadap penggunaan anggaran pendidikan, termasuk BOS dan dana afirmasi. Tantangan-tantangan tersebut membutuhkan figur pimpinan yang tidak hanya duduk di kursi strategis, tetapi mampu bekerja cepat, berani mengambil keputusan, dan berpihak pada pemerataan mutu pendidikan di seluruh wilayah Kalteng.

AWPI menegaskan bahwa siapapun yang akan mengisi posisi tersebut, termasuk jika kabar burung tentang Rody Iskandar benar, harus menunjukkan komitmen yang jelas:

– membuka ruang dialog dengan publik,

– memperkuat literasi dan kualitas guru,

– memastikan distribusi fasilitas pendidikan berjalan adil,

-; menghapus praktik birokrasi lambat yang menghambat pelayanan pendidikan.

Kata Hadriansyah selanjutnya, ” ini menegaskan bahwa jabatan di sektor pendidikan bukan arena politik birokrasi, melainkan amanah publik untuk mencerdaskan generasi muda. Karena itu, AWPI mendorong pemerintah provinsi agar memilih sosok yang benar-benar layak, berintegritas, dan punya visi jangka panjang bagi masa depan pendidikan Kalteng,”ungkap Hadriansyah sering disapa manghadiboy dlm pergaulan jurnalis pada media ini.

Hingga saat ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah belum memberikan keterangan resmi terkait isu pergantian pimpinan Dinas Pendidikan. Publik masih menunggu apakah kabar burung yang beredar akan terbukti atau hanya menjadi wacana semata. Namun yang jelas, harapan masyarakat terhadap peningkatan mutu pendidikan semakin menguat. Sosok yang akan ditunjuk kelak diharapkan mampu bekerja dengan integritas tinggi, responsif terhadap kebutuhan daerah, dan selaras dengan cita-cita besar pembangunan sumber daya manusia di Bumi Tambun Bungai.

Isu ini dipastikan akan terus menjadi perhatian publik dan media hingga keputusan resmi diumumkan.

Pewarta.  : Erwansyah -Titin

PT Palangka News Jaya Mandiri