Editorial.   : memberantas Narkoba.

Penulis.     : Hadriansyah/Manghadiboy

PALANGKA-NEWS.CO.ID, KALTENG  — Peredaran narkoba di Kalimantan Tengah terus menunjukkan pola semakin rapi, sistematis, dan berlapis. Korbannya bukan hanya generasi muda perkotaan, tetapi hingga masyarakat desa, buruh, nelayan, petani, bahkan ibu rumah tangga. 24//11.

Rakyat seakan terjebak dalam skema kejahatan narkoba tanpa memiliki jalur keluar, sebab jaringan pengedar bekerja seperti lingkaran yang saling melindungi dan terus bergulir.

Informasi lapangan menyebutkan, lingkaran peredaran narkoba tak lagi hanya dijalankan bandar dan kurir. Yang paling mencengangkan, ada dugaan keterlibatan oknum aparat penegak hukum sendiri — bukan sebagai penindak, melainkan bagian dari perputaran bisnis gelap. Inilah yang membuat masyarakat kian takut berbicara dan merasa tak berdaya.

Masyarakat bertanya, mengapa bandar besar sering lolos, sementara pengguna kecil terus ditangkap?
Pertanyaan ini bukan caci maki — tetapi suara kegelisahan publik yang menginginkan keadilan.

Tugas Polri: Tidak Cukup Menangkap, Tapi Membersihkan Diri

Polisi adalah benteng terakhir dalam perang melawan narkoba. Namun benteng tidak akan kokoh jika ada lubang di dalamnya.

Upaya pemberantasan harus dilakukan melalui dua garis:

Menindak tegas jaringan bandar dan pengedar tanpa pandang bulu, termasuk di daerah rawan peredaran lintas kabupaten.

Membersihkan internal Polri dari oknum yang bermain dalam bisnis narkoba, bila terbukti terlibat, sekecil apa pun perannya.

Polri akan mendapat dukungan penuh publik apabila:

Transparan dalam proses pemberantasan,

Membuka pintu pengawasan eksternal,

Menindak tegas internal tanpa kompromi.

DPD AWPI Kalteng .

Ketua DPD AWPI Kalteng, Hadriansyah, menyampaikan sikap organisasi pers terhadap situasi darurat narkoba:

“Rakyat menjadi korban terbesar dari jaringan narkoba. Negara harus hadir dalam keadaan paling tegas — dimulai dari kepolisian sebagai garda terdepan. Jika ada oknum di internal Polri terlibat narkoba, itu bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi pengkhianatan terhadap bangsa.” ujarnya.

Ia juga menegaskan peran media dalam pengawasan publik:

“AWPI Kalteng akan mengawal pemberantasan narkoba dengan pelaporan dan investigasi jurnalistik. Kritik terhadap institusi bukan berarti membenci institusi — justru agar institusi semakin kuat dan dipercaya rakyat.”

Penutup Editorial

Pemberantasan narkoba bukan sekadar operasi dan penangkapan. Ini adalah pertarungan menyelamatkan masa depan bangsa. Ketika masyarakat oleh terjebak dalam lingkaran narkoba, Polri harus menjadi

pemutus, bukan bagian dari lingkaran itu.

Rakyat memerlukan kepolisian yang

Berani, Bersih,

Dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Perang narkoba akan dimenangkan hanya bila dimulai dari dalam tubuh penegak hukum sendiri.

Pewarta.  : Tim red Pknews

PT Palangka News Jaya Mandiri