PALANGKA-NEWS.CO.ID, PALANGKA RAYA – Dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kalimantan Tengah kian memanas. Sejumlah nama kandidat mulai bermunculan, membawa semangat baru sekaligus pertarungan sengit untuk memperebutkan kursi ketua. Namun publik menegaskan satu pesan keras: jangan ada titipan kekuasaan.
Desakan itu muncul dari berbagai kalangan pemuda yang menginginkan KNPI benar-benar menjadi wadah perjuangan anak muda, bukan sekadar perpanjangan tangan elite politik.
“KNPI harus fair play. Kursi ketua bukan untuk titipan gubernur atau siapapun. Biarkan pemuda memilih pemimpin mereka sendiri dengan jujur dan murni,” tegas salah generasi pemuda Hesty S. UMPR di Palangka Raya, Senin 25-8-2025.
Menurutnya, organisasi kepemudaan akan kehilangan marwah bila proses demokrasi dikendalikan pihak eksternal. “KNPI bukan panggung politik praktis. Jika ada intervensi, maka ruh pergerakan pemuda akan mati. Kita ingin independensi, keberanian, dan gagasan besar yang lahir dari hati pemuda, bukan titipan,” tambahnya.
Isu adanya calon “titipan” dari kekuasaan memang santer beredar menjelang Musda. Sejumlah aktivis pemuda mengingatkan agar panitia pelaksana Musda tegak lurus pada aturan organisasi, menjaga netralitas, dan menutup celah bagi praktik intervensi.
“KNPI harus berdiri di atas semua golongan, semua kepentingan, dan fokus pada masa depan generasi muda Kalteng. Jangan sampai Musda ternodai oleh kepentingan sempit,” pungkasnya lagi.
Pewarta. : Red pknews+Erwansyah
PT Palangka News jaya mandiri

Leave a Reply