PALANGKA–NEWS.CO.ID, PALANGKA RAYA – Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah (Disbun Kalteng) meminta perhatian serius dari pemerintah pusat terhadap fluktuasi dan rendahnya harga tandan buah segar (TBS) atau Dana bagi hasil (DBH) sawit yang belakangan dikeluhkan para petani di wilayah Kalimantan Tengah.
Kepala Dinas Perkebunan Kalteng, Rizky Ramadhana Badjuri, mengatakan bahwa harga TBS sawit di beberapa daerah sentra perkebunan rakyat masih jauh dari harapan petani. Situasi ini tidak hanya mempengaruhi kesejahteraan petani, tetapi juga berdampak pada perekonomian desa secara keseluruhan.
“Kami berharap pemerintah pusat melalui kementerian terkait dapat segera mengambil langkah strategis. Harga buah sawit atau dana bagi hasil (DBH ) yang terus menurun tentu memukul pendapatan petani sawit rakyat. Perlu intervensi dan kebijakan nasional yang berpihak kepada petani,” ujar Rizky, di Palangka Raya, 15/7
Disbun Kalteng mencatat bahwa beberapa faktor yang menyebabkan harga sawit menurun antara lain mekanisme pasar yang tidak berpihak, keterbatasan akses petani terhadap pabrik kelapa sawit (PKS), serta belum optimalnya implementasi regulasi tata niaga sawit yang adil.
“Kita sudah menyusun laporan dan usulan kebijakan yang akan disampaikan ke pemerintah pusat. Salah satunya adalah dorongan agar harga sawit rakyat dapat distandarisasi lebih adil, serta mendesak penguatan kelembagaan petani dan kemitraan yang sehat antara PKS dan pekebun,” tambahnya.
Selain itu, Disbun Kalteng juga mengimbau pemerintah pusat untuk lebih intensif memberikan dukungan dalam bentuk sarana prasarana, subsidi pupuk, dan pendampingan teknis kepada petani sawit swadaya yang selama ini menjadi tulang punggung produksi kelapa sawit di Kalteng.
“Kalimantan Tengah merupakan salah satu lumbung sawit nasional. Sudah sepatutnya suara petani sawit di daerah ini mendapat perhatian serius dari pusat,” pungkasnya.
Diharapkan dengan perhatian dan langkah nyata dari pemerintah pusat, harga sawit di Kalimantan Tengah bisa kembali stabil dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat daerah.
DBH Sawit kita kembali turun, dari sebelumnya sekitar Rp60 miliar, menjadi Rp40 miliar, dan kini hanya Rp20 miliar. Ini sangat kita sayangkan, mengingat pendapatan dari sektor sawit di Kalimantan Tengah mencapai triliunan rupiah secara keseluruhan,” ungkap Rizky di Palangka Raya, Selasa (15/7/2025).
Ia menuturkan, “penurunan alokasi DBH ini terjadi di saat berbagai dampak sosial dan kerusakan infrastruktur akibat aktivitas investasi sawit justru terus meningkat di daerah. Rizky menilai semestinya pemerintah pusat dapat melihat kebutuhan riil daerah dan menetapkan pembagian DBH secara lebih objektif.
“Kalau semakin turun,sementara gesekan sosial di lapangan tinggi dan pemprov yang harus menyelesaikan, harusnya ada tolak ukur pembagian DBH yang lebih objektif. Ini penting agar DBH bisa masuk sesuai dengan logika pembangunan di daerah,” tambahnya.
Rizky juga menjelaskan bahwa sebagai bentuk langkah konkret, telah dibentuk sebuah asosiasi yang terdiri dari sepuluh gubernur daerah penghasil sumber daya alam. Forum ini bertujuan untuk mendorong pemerintah pusat agar melakukan perbaikan skema pembagian DBH secara lebih adil dan rasional.
Tak hanya soal pembagian dana, Rizky turut menyoroti dampak eksternal dari investasi sawit yang kerap menjadi beban bagi pemerintah daerah, mulai dari rusaknya jalan akibat lalu lintas kendaraan angkutan berat, masalah kendaraan pelat KH, hingga penggunaan air permukaan.
“Dampak negatifnya jelas ada. Jalan rusak, tetapi yang membackup tetap pemerintah. Padahal skema idealnya, 80 persen DBH ini mestinya diprioritaskan untuk mendukung infrastruktur,” tegasnya.
Menurutnya, DBH yang diterima daerah seharusnya digunakan untuk memperkuat program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, seperti perbaikan jalan, pendataan kebun sawit rakyat, hingga layanan kesehatan seperti BPJS.
“Kita mendorong agar pembagian DBH ini disesuaikan dengan realita di daerah. Tujuannya untuk kesejahteraan masyarakat secara langsung,” pungkas Rizky.
Pewarta. : Titin
PT palangka News jaya Mandiri

Leave a Reply