PALANGKA-NEWS.CO.ID, PALANGKA RAYA – Ketua Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Widodo, meminta pemerintah kota untuk mengantisipasi dampak urbanisasi yang terus meningkat setiap tahunnya.
Meningkatnya jumlah penduduk perlu diimbangi dengan kebijakan yang matang untuk mencegah dampak negatif.
Sigit mengingatkan potensi masalah yang dapat timbul akibat urbanisasi, seperti kepadatan lalu lintas, keterbatasan hunian layak, dan tingginya kebutuhan lapangan kerja. Pemerintah perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan tersebut.
“Pertambahan jumlah penduduk harus diimbangi dengan kesiapan pelayanan publik dan penataan kota,” tegas Sigit. Kamis (12/6/2025).
Sistem pengawasan juga perlu diperkuat untuk mencegah dampak negatif sedini mungkin.
Sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya perlu menjalin kerja sama lintas sektor, termasuk dunia usaha dan masyarakat, dalam mengelola perubahan demografis. Hal ini penting untuk menciptakan lapangan kerja yang layak bagi seluruh warga, baik penduduk asli maupun pendatang.
Sigit menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kualitas hidup warga. Kebijakan yang dirancang harus mempertimbangkan kondisi nyata di lapangan. Masyarakat juga diajak berperan aktif menyampaikan aspirasi untuk pembangunan yang sesuai kebutuhan.
“Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, diharapkan urbanisasi di Palangka Raya dapat dikelola dengan baik dan memberikan manfaat bagi semua pihak,” pungkasnya.
Pewarta : Titin
PT Palangka News Jaya Mandiri
