PALANGKA- NEWS CO ID, PALANGKA RAYA –  Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong transformasi pemolisian masyarakat (Polmas) untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan koperasi plasma perkebunan kelapa sawit. Langkah ini menjadi strategi kepolisian dalam mencegah konflik sosial sekaligus mendukung ketahanan ekonomi masyarakat. 5/11/2026.

Inovasi tersebut dikemas dalam proyek perubahan bertajuk “Transformasi Polmas sebagai Strategi Nasional dalam Penguatan Akuntabilitas Koperasi Plasma guna Mendukung Ketahanan Ekonomi Masyarakat.”

Program yang digagas Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Kalteng, Kombes Pol Budhi Rochmat, S.I.K., itu merupakan bagian dari Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I.

Proyek perubahan ini berangkat dari berbagai persoalan tata kelola koperasi plasma sawit di sejumlah wilayah, mulai dari transparansi pengelolaan, akuntabilitas pengurus, hingga distribusi manfaat ekonomi yang belum optimal.

Persoalan tersebut juga berpotensi memicu perselisihan antara masyarakat, pengurus koperasi, dan perusahaan perkebunan apabila tidak ditangani dengan baik.

Melalui transformasi Polmas, Polda Kalteng ingin memperluas peran kepolisian. Tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polri juga didorong terlibat dalam upaya pencegahan konflik melalui pendekatan edukatif, dialogis, dan kolaboratif.

Bhabinkamtibmas Jadi Garda Terdepan

Salah satu strategi utama dalam proyek perubahan ini adalah mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak pemolisian masyarakat.

Personel Bhabinkamtibmas didorong melakukan deteksi dini terhadap potensi persoalan koperasi plasma, memberikan edukasi kamtibmas, serta memfasilitasi komunikasi antara masyarakat, pengurus koperasi, dan perusahaan perkebunan.

Selain itu, Bhabinkamtibmas juga diharapkan mampu mendorong penyelesaian persoalan melalui musyawarah serta berkoordinasi dengan instansi terkait sesuai kewenangannya.

Dengan pendekatan tersebut, Polri diharapkan hadir sebagai mitra masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus menciptakan iklim ekonomi yang kondusif.

Gandeng Pemda dan Perguruan Tinggi

Untuk memastikan program berjalan efektif, Ditbinmas Polda Kalteng membangun kolaborasi lintas sektor dengan sejumlah pemangku kepentingan.

Mitra yang dilibatkan antara lain Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalteng, Dinas Perkebunan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Universitas Palangka Raya, serta Dekopinwil Kalimantan Tengah.

Sinergi tersebut diarahkan untuk memperkuat pendampingan koperasi, meningkatkan kapasitas masyarakat, membangun pertukaran informasi, serta mendorong tata kelola kelembagaan yang lebih transparan dan akuntabel.

Kolaborasi lintas sektor ini juga menjadi penting agar persoalan koperasi plasma dapat ditangani secara tepat oleh lembaga yang memiliki kewenangan, tanpa mengesampingkan peran Polri dalam menjaga kamtibmas.

Siapkan Sistem Monitoring Berbasis Teknologi

Tidak hanya mengandalkan pendekatan langsung di lapangan, proyek perubahan ini juga dilengkapi sejumlah instrumen pendukung berbasis sistem dan teknologi.

Instrumen tersebut meliputi pedoman teknis pendampingan Bhabinkamtibmas, standar operasional prosedur (SOP), mekanisme deteksi dini, perangkat monitoring dan evaluasi, hingga sistem informasi untuk memantau perkembangan persoalan koperasi plasma.

Keberadaan instrumen tersebut diharapkan membuat pelaksanaan Polmas lebih terarah, terukur, terdokumentasi, dan berkelanjutan.

Targetkan Jadi Model Strategi Nasional

Kalimantan Tengah menjadi wilayah percontohan implementasi awal program ini. Pemilihan Kalteng didasarkan pada karakteristik daerah yang memiliki aktivitas perkebunan kelapa sawit cukup luas serta dinamika sosial ekonomi masyarakat yang berkaitan erat dengan pengelolaan koperasi plasma.

Ke depan, model transformasi Polmas ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah lain dengan menyesuaikan karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap penguatan ekonomi kerakyatan, peningkatan kualitas tata kelola kelembagaan, serta penciptaan stabilitas keamanan yang mendukung pembangunan.

Dirbinmas Polda Kalteng Kombes Pol Budhi Rochmat menegaskan, transformasi Polmas merupakan upaya memperluas kontribusi kepolisian dalam membangun kemitraan yang produktif dengan masyarakat.

“Melalui transformasi Polmas, kami ingin menghadirkan Polri yang tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menjadi mitra strategis masyarakat dalam mendorong transparansi, akuntabilitas, dan penyelesaian permasalahan koperasi plasma secara kolaboratif. Harapannya, masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi secara lebih adil dan berkelanjutan,” demikian konsep pernyataan Budhi Rochmat.

Melalui inovasi ini, Ditbinmas Polda Kalteng berharap Polmas semakin adaptif dan mampu menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.

Pada akhirnya, penguatan tata kelola koperasi plasma tidak hanya diharapkan meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga mencegah potensi konflik sosial serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Red : PT Palangka News Jaya Mandiri.