PALANGKA-NEWS.CO.ID,  Palangka Raya. –  Hasil analisa BMKG di minggu kedua nopember suhu akan kembali memanas, Kalteng sudah ada hujan, dan ini jangan sampai muncul hotspot lagi, pinta Wamenko Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq.

Hal itu ia sampaikan saat memimpin evaluasi karhutla di Istana Isen Mulang, Minggu (1/11/2026), Hanif menagu untuk itu pihaknya akan terus memperbaiki infrastruktur penanganan infrastruktur agar karhutla sampai tuntas di beberapa landskap.

Di akui tingkat polusi udara beberapa waktu lalu sangat tinggi di tiga lokasi di Kalteng, terutama Kota Palangka Raya, dan dua kota liannya.

Telawang Raya 362 ha, ada 30 dan tambahan 40 lagi sumur bor. Muluh Merindu 312 ha, dan Sabaru Sebangau, untuk atasinya ada upaya pembahaan.

Pulang Pisau, di Tumbang Nusa sepanjang 12 km seluas 1.908 ha km jalan sangat keusial dalam pemadaman dan pembasahan ada beberapa sumur bor

Untuk jangka panjang akan menaikkan debit air sungai Kahayan. Dan pembangunan kanal dari Kahayan tembus Sebangau. Wamenkopangan yang penting langkah-langkah mitigasi ke depannya.

Semetara itu Bupati Kapuas Wiyatno mengungkapkan di Kapuas ada 14 posko karhutla, didukung sejumlah personil, hampir seluruh desa di Kapuas terbakar.

Daerahnya disebutkan, “warga kekurangan air bersih dan sumber air untuk pemadaman karhutla”, ujar Bupati Kapuas.
Ada juga jalan terputus karena terbakar, itu perlu penanganan dari Balai Jalan Nasional.

Sebelumnya Hanif Faisol Nurofiq apresiasi langkah- langkah penanganan yang di lakukan Pemerintah Kalteng bersama pihak terkait.

Wagub Kalteng menyatakan “Pemerintah Daerah Kalteng sangat berterimakasih kepada Pusat khususnya Wamenko atas dukungannya selama ini”, ujar Wagub Edy Pratowo.

Terkait status siaga darurat bencana karhutla, yang ditetapkan hingga akhir Nopember 2026, Gubernur Agustiar Sabran menyatakan akan terus di evaluasi.

Desi A  PT Palangka News Jaya Mandiri.