PALANGKA RAYA — Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong seluruh DPRD provinsi, kabupaten dan kota se-Kalteng mengambil langkah bersama untuk mendesak Pemerintah Pusat lebih serius menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menimbulkan kabut asap di sejumlah wilayah.

AWPI Kalteng menilai persoalan karhutla tidak cukup hanya ditangani melalui rapat koordinasi dan kunjungan lapangan. Penanganan harus diperkuat dengan langkah nyata, cepat, terukur dan berkelanjutan, terutama ketika kebakaran mulai berdampak terhadap masyarakat.

Ketua AWPI Kalteng, Hadriansyah, mengatakan DPRD memiliki fungsi pengawasan dan dapat menyuarakan kondisi masyarakat Kalteng kepada Pemerintah Pusat. Menurutnya, aspirasi tersebut penting agar penanganan karhutla tidak hanya menjadi perhatian ketika kabut asap sudah meluas.

“Kami mendorong DPRD provinsi, kabupaten dan kota se-Kalteng bersama-sama menyuarakan kondisi di lapangan kepada Pemerintah Pusat. Karhutla bukan persoalan daerah semata, karena dampaknya menyangkut kesehatan masyarakat, pendidikan, transportasi, ekonomi dan lingkungan,” ujar Hadriansyah.

Ia menegaskan, pemerintah daerah bersama DPRD perlu membangun komunikasi yang lebih kuat dengan Pemerintah Pusat, termasuk memperjuangkan dukungan peralatan, personel, anggaran dan teknologi untuk pencegahan serta pemadaman karhutla.

AWPI Kalteng juga meminta seluruh pihak tidak saling menyalahkan. Yang lebih penting adalah memperkuat koordinasi dan memastikan setiap titik api mendapatkan penanganan secepat mungkin.

“Jangan sampai masyarakat hanya melihat pejabat datang ketika asap sudah tebal, kemudian setelah itu persoalan kembali berulang. Yang dibutuhkan masyarakat adalah kehadiran negara secara nyata, baik dalam pencegahan maupun penanganan karhutla,” tegasnya.

AWPI Kalteng berharap DPRD di seluruh wilayah Kalteng dapat menjadikan persoalan karhutla sebagai agenda bersama dan terus mengawal aspirasi masyarakat hingga mendapatkan respons konkret dari Pemerintah Pusat.

Desi/Red, : PT Palangka News Jaya Mandiri .