PALANGKA-NEWS.CO.ID, PALANGKA RAYA – Turunnya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah menuai perhatian berbagai pihak. Penurunan harga yang mencapai kisaran 7 hingga 9 rupiah per kilogram dinilai berdampak langsung terhadap pendapatan petani sawit mandiri maupun kelompok tani plasma. 26-5-2026.
Kondisi tersebut memunculkan harapan agar dinas terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah segera mengambil langkah konkret untuk melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap mekanisme penetapan harga TBS di lapangan.
Kelompok petani sawit masyarakat Kotawaringin Timur menilai, stabilitas harga sawit sangat penting menjaga roda ekonomi masyarakat desa yang mayoritas bergantung pada sektor perkebunan.
“Pemerintah melalui dinas terkait harus segera turun tangan melakukan pengawasan dan koordinasi dengan perusahaan perkebunan agar harga TBS tetap mengacu pada ketetapan yang wajar dan tidak merugikan petani,” ungkap Ariyanto petani Sawit di kotim
Selain itu, transparansi penetapan harga dinilai menjadi hal penting agar petani mengetahui dasar perhitungan penurunan harga yang terjadi. Pemerintah daerah juga diminta memperkuat perlindungan terhadap petani sawit mandiri yang selama ini rentan terdampak fluktuasi pasar.
Masyarakat berharap Pemprov Kalteng dapat menjadi penengah antara pe rusahaan dan petani demi menjaga kestabilan ekonomi daerah, khususnya di sektor perkebunan kelapa sawit yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian Kalimantan Tengah.
Red. : PT Palangka News Jaya Mandiri

Leave a Reply