PALANGKA-NEWS.CO.ID, PALANGKA RAYA – Pengerasan Jalan Parawe dengan nilai anggaran Rp 1,2 miliar melalui APBD 2025 Dinas Perkim Provinsi Kalimantan Tengah kini menjadi perhatian banyak pihak. Proyek ini diharapkan dapat menjadi akses vital yang memperlancar mobilitas masyarakat menuju kawasan BTN Perum Casanova dan permukiman sekitar. Namun, kualitas pelaksanaan pembangunan harus dikawal bersama agar tidak hanya menjadi kegiatan penyerapan anggaran, tetapi benar-benar memberikan manfaat jangka panjang.

Untuk itu, DPD Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Kalteng mendorong keterlibatan warga dalam pengawasan. Ketua DPD AWPI Kalteng, Hadriansyah, menegaskan bahwa dana publik wajib diawasi agar tidak terjadi penyimpangan mutu maupun pelaksanaan proyek. 10/12.

“Pembangunan Jalan Parawe senilai Rp 1,2 miliar lebih ini adalah uang rakyat dan harus kembali untuk kepentingan rakyat. Kami mengajak warga Parawe – BTN Perum Casanova untuk turut mengawasi proses pengerjaan di lapangan. Jangan sampai proyek ini hanya formalitas pembangunan,” tegas Hadriansyah, Ketua DPD AWPI Kalteng.

“Pengawasan publik itu penting. Bila ditemukan kejanggalan dalam kualitas pekerjaan, warga berhak melaporkan. Kita ingin jalan yang kuat, bukan yang rusak dalam hitungan bulan,” tambahnya.

Lokasi jalan Parawe induk jalan Soekarno

Pengawasan Masyarakat Menjadi Kunci.

Pengerasan jalan sering menjadi sorotan karena beberapa proyek sebelumnya di berbagai daerah ditemukan lemah dalam kualitas, terutama pada penggunaan material, ketebalan lapisan, dan sistem drainase. Dengan keterlibatan masyarakat, kemungkinan penyimpangan dapat diminimalisir.

AWPI Kalteng siap mengawal dan memberikan ruang komunikasi jika masyarakat menemukan tanda-tanda:

Material tidak sesuai spek

Ketebalan lapisan tidak memenuhi standar

Pekerjaan terkesan terburu-buru

Tidak ada papan proyek/nomor kontrak

Jalan cepat rusak setelah difungsikan

Dokumentasi lapangan, foto, dan laporan warga akan menjadi bagian penting dalam proses kontrol sosial.

Pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya menjadi rutinitas tahunan. Jalan yang baik adalah denyut ekonomi bagi warga Parawe – Casanova. Karena itu, pengawasan publik bukan sekadar hak, tapi kewajiban. Jika pemerintah bekerja benar, tak ada yang perlu ditakutkan — justru apresiasi akan lahir. Namun bila terjadi penyimpangan, rakyat tidak boleh diam.

Media ini sempat bertanya kepada pemborong pelaksana  jalan Parawe CV  Pembelun Karya Mulia. Warga bertanya  “mas apa proyek jalan ini pengerasan atau  sampai pengaspalan, jawabnya  pengerasan aja mas ujar dia, bagus mas itu, ujar warga. Media ini bertanya dari lagi dari mana mas jawab dari Dinas Perkim Provkalteng, dia berkata ini atas usulan warga Parawe ke gubernur Kalteng Agustiar Sabran jawabnya. Akan tetapi ada nada kata kata yang tidak bersahabat ucapan pemborong tersebut, mas ini tau ga saya yang mengerjakan  jalan ini tau, dengan nada tinggi bapak ini ngeyel tanya terus  ucapnya dengan nada tinggi dan sombong dengan logat Jawa. Warga hanya tersenyum. Ya mas kami tetap kontrol pekerjaan ini sampai tuntas, pungkas warga.

Media Palangka-news siap mengontol terus  infrastruktur jalan parawe ini sampai tuntas dan selalu konfermasi ke dinas perkim Provkalteng, sebab dana pengerasan jalan tersebut nominal sangat tinggi 1.2 M lebih ini apakah dana dari APBD atau dana Pokir dari DPRD Kalteng? AWPI selalu siap menyelusuri proyek Dinas Perkim Provkalteng.

Pewarta : Erwansyah

PT Palangka News jaya mandiri.