PALANGKA-NEWS.CO.ID, MURUNG RAYA – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia sekaligus Hari Jadi ke-23 Kabupaten Murung Raya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya (Mura) menggelar Lomba Mangaruhi, Sabtu (9/8/2025), di Alun-alun Jorih Jerah, Puruk Cahu.
Kegiatan ini diselenggarakan melalui kerja sama Dinas Pertanian dan Perikanan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Murung Raya.

Mangaruhi merupakan tradisi budaya suku Dayak yang menggambarkan teknik menangkap ikan dengan tangan kosong di kolam berlumpur. Dalam lomba ini, setiap regu terdiri atas dua orang peserta yang berlomba menangkap ikan secara tradisional.
Lomba mangaruhi diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan masyarakat yang memperebutkan hadiah uang tunai dan doorprize menarik. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, terlihat dari ratusan penonton yang memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan perlombaan unik tersebut.
Dalam sambutan Bupati Murung Raya, Heriyus, yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mura, Lampung, disampaikan bahwa Pemerintah Daerah sangat mengapresiasi kegiatan ini dan memberikan kepercayaan kepada tiga perangkat daerah sebagai penyelenggara.
> “Lomba mangaruhi ini untuk membudayakan kearifan lokal dalam upaya menjaga, memelihara, dan melestarikan lingkungan pada seluruh lapisan masyarakat. Hal ini menjadi tanggung jawab bersama seluruh warga Murung Raya,” ujar Lampung.
Ia menambahkan, kegiatan seperti ini juga menjadi bagian dari agenda rutin dalam event budaya, seperti Festival Tira Tangka Balang dan Festival Isen Mulang, yang setiap tahun turut menampilkan lomba mangaruhi.
> “Selamat kepada para pemenang lomba. Yang paling penting dari kegiatan ini adalah mempererat tali silaturahmi antar peserta serta menumbuhkan semangat kebersamaan untuk melestarikan alam dan budaya lokal,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Murung Raya berharap nilai-nilai gotong royong, pelestarian lingkungan, dan kebanggaan terhadap budaya lokal dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.
Reporter : Pendi


