PALANGKA RAYA — Menjadi wartawan lapangan bukan hanya soal keberanian turun ke lokasi, tetapi juga bagaimana menggali informasi, melakukan konfirmasi, memeriksa fakta, serta menyampaikan berita secara berimbang kepada masyarakat.27/9/2026.
Di tengah berbagai persoalan sosial yang terjadi di lapangan, wartawan jalanan kerap menjadi bagian yang langsung melihat kondisi masyarakat. Mereka mendatangi lokasi, berbicara dengan warga, mencari keterangan dari pihak terkait, dan berupaya menyajikan fakta berdasarkan hasil liputan.
Seorang wartawan lapangan mengatakan, keberanian seorang jurnalis tidak semata-mata diukur dari ada atau tidaknya sertifikat Uji Kompetensi Wartawan (UKW), tetapi juga dari proses kerja jurnalistik yang dilakukan secara bertanggung jawab.
“Kami turun ke lapangan bukan untuk mencari sensasi. Kami mencari fakta nyata, mendengar suara masyarakat, melakukan konfirmasi kepada pihak terkait, kemudian menyampaikan informasi kepada publik. Bagi kami, independensi dan kejujuran dalam menjalankan tugas adalah hal yang utama,” ujarnya.
Menurutnya, wartawan harus tetap memegang prinsip keberimbangan dan tidak mencampurkan kepentingan pribadi dengan pemberitaan.
“Kalau ada persoalan, kami berusaha melihat langsung kondisi di lapangan. Tidak cukup hanya mendengar dari satu pihak. Semua pihak yang berkaitan harus diberikan ruang untuk memberikan penjelasan,” katanya.
Ia menambahkan, wartawan lapangan juga memiliki tanggung jawab sosial untuk menyuarakan persoalan masyarakat yang terkadang luput dari perhatian.
“Wartawan harus berani bertanya, berani mencari fakta, tetapi juga harus santun dan menghormati narasumber. Kritik boleh tajam, namun tetap harus berdasarkan fakta dan tidak merendahkan siapa pun,” tegasnya.
Dengan demikian, keberadaan wartawan di lapangan diharapkan tetap menjadi bagian dari kontrol sosial dan penyampai informasi publik, dengan menjunjung etika jurnalistik, akurasi, keberimbangan, serta independensi
Red/Tim .
PT Palangka News Jaya Mandiri

Leave a Reply