PALANGKA RAYA — Generasi muda memiliki peran penting dalam membangun masa depan bangsa. Karena itu, mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga harus memiliki karakter yang tangguh, bijak dalam menggunakan media sosial serta mampu menjadi bagian dari upaya pencegahan kekerasan seksual dan perundungan di lingkungan pendidikan maupun masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Bung Cak Sam saat menjadi pembicara dalam kegiatan yang dihadiri mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR). Dalam paparannya, Cak Sam mengajak mahasiswa untuk tidak menjadikan media sosial sebagai ruang untuk saling menghujat, mempermalukan, menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, maupun melakukan perundungan terhadap orang lain.
Bung Cak Sam mengatakan, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kedewasaan dalam berpikir dan bertindak. Menurutnya, kecerdasan intelektual harus berjalan bersama dengan etika, tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama.
“Generasi muda harus tangguh secara mental, kuat secara intelektual dan bijak dalam menggunakan media sosial. Jangan sampai teknologi yang seharusnya menjadi sarana belajar dan membangun jaringan justru digunakan untuk menyakiti, mempermalukan atau merugikan orang lain,” ujar Cak Sam.
Ia juga menekankan pentingnya keberanian untuk menolak segala bentuk kekerasan seksual dan perundungan. Menurutnya, lingkungan pendidikan harus menjadi ruang yang aman bagi mahasiswa untuk belajar, berkembang dan menyampaikan pendapat tanpa rasa takut.
“Kekerasan seksual dan perundungan bukan persoalan sepele. Kita harus membangun keberanian untuk mencegah, melaporkan dan memberikan dukungan kepada korban. Jangan diam ketika melihat tindakan yang merendahkan martabat manusia,” tegasnya.
Cak Sam mengajak mahasiswa agar menjadi generasi yang mampu menggunakan perbedaan sebagai kekuatan. Kritik, menurutnya, harus disampaikan dengan argumentasi dan etika, bukan dengan penghinaan atau kekerasan verbal.
Sementara itu, salah seorang mahasiswa UPR menyampaikan apresiasi terhadap materi yang diberikan Cak Sam. Menurutnya, pembahasan tersebut relevan dengan kehidupan mahasiswa saat ini, khususnya menghadapi perkembangan media sosial yang begitu cepat.
“Materi yang disampaikan sangat dekat dengan kehidupan mahasiswa. Kami diingatkan bahwa menggunakan media sosial juga memiliki tanggung jawab. Kita harus berpikir sebelum berkomentar, tidak mudah menyebarkan informasi dan tidak ikut melakukan perundungan,” ungkap mahasiswa tersebut.
Mahasiswa lainnya menilai pembahasan mengenai kekerasan seksual dan perundungan perlu terus dilakukan di lingkungan kampus agar mahasiswa memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai batas-batas perilaku serta pentingnya saling menghormati.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong mahasiswa UPR menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, empati dan keberanian untuk menciptakan lingkungan sosial yang aman dan bermartabat.
Pesan yang mengemuka dalam kegiatan itu sederhana namun penting: kemajuan generasi muda tidak hanya diukur dari kecerdasan, tetapi juga dari kemampuan menjaga etika, menghormati sesama dan bertanggung jawab atas setiap tindakan, termasuk di ruang digital.

Leave a Reply