PALANGKA-NEWS.CO.ID, MURUNG RAYA– Pemerintah Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, mempercepat proses pelelangan fisik seluruh proyek pembangunan daerah guna memastikan pelaksanaan berjalan tepat waktu dan sesuai standar yang telah ditetapkan. Langkah ini ditegaskan langsung oleh Bupati Murung Raya, Heriyus, dalam kegiatan paparan kinerja Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKP).

Dalam arahannya, Heriyus menekankan bahwa percepatan pelelangan menjadi kunci untuk menghindari keterlambatan pembangunan yang dapat merugikan masyarakat. Ia meminta seluruh perangkat daerah terkait segera mengambil langkah konkret agar proses administrasi dan teknis dapat diselesaikan lebih awal.

Menurutnya, pelelangan fisik proyek harus dilaksanakan secepat mungkin tanpa mengabaikan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi. Hal tersebut dinilai penting agar setiap penggunaan anggaran benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Tidak boleh ada penundaan dalam pembangunan yang menjadi harapan masyarakat. Semua harus berjalan sesuai rencana dan aturan yang berlaku,” ujar Heriyus dalam keterangan resminya.

Kegiatan paparan kinerja tersebut dilaksanakan pada Senin, 11/5/2026, di aula DPRKP Kabupaten Murung Raya. Forum ini menjadi ajang evaluasi kinerja sekaligus penyusunan langkah strategis pembangunan daerah ke depan.

Dalam kesempatan itu, Kepala DPRKP Murung Raya, Stardian, memaparkan capaian serta rencana program pembangunan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Ia menyebut sejumlah proyek prioritas telah memasuki tahap persiapan.

Salah satu program yang menjadi fokus adalah perluasan pertigaan jalan di beberapa titik kawasan perkotaan. Proyek tersebut diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat serta mendukung pertumbuhan aktivitas ekonomi lokal.

Stardian menjelaskan bahwa seluruh program yang dirancang telah diselaraskan dengan dokumen perencanaan daerah, khususnya RPJMD Kabupaten Murung Raya 2025–2029. Fokus pembangunan mencakup sektor pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur jalan di wilayah ibu kota kecamatan.

Ia juga menambahkan bahwa berbagai tahapan persiapan, seperti kajian teknis dan analisis kebutuhan masyarakat, telah diselesaikan sebagai dasar pelaksanaan program di lapangan.

Selain aspek teknis, Bupati Heriyus turut menekankan pentingnya memperhatikan aspek sosial dalam setiap proyek pembangunan. Ia mengingatkan agar proses pembebasan lahan dilakukan secara bijak dan mengedepankan komunikasi dengan masyarakat.

Menurutnya, pendekatan negosiasi harus menjadi prioritas untuk mencegah terjadinya konflik. Pemerintah daerah diminta memastikan bahwa hak-hak masyarakat tetap dihormati dan dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam hal penentuan nilai ganti rugi lahan, pemerintah akan mengacu pada penilaian dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) serta mempertimbangkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) agar proses berjalan adil dan transparan.

Heriyus menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat. Oleh karena itu, koordinasi lintas sektor dan komunikasi intensif dengan warga harus terus dilakukan.

Pemerintah Kabupaten Murung Raya menargetkan seluruh program pembangunan dapat diselesaikan pada tahun 2028. Target ini menjadi prioritas utama dalam pengelolaan pembangunan daerah selama beberapa tahun ke depan.

Selain itu, pemerintah berharap sebagian besar proyek sudah dapat rampung dan beroperasi secara fungsional dalam kurun waktu satu hingga dua tahun mendatang, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas PUPR Murung Raya, Paulus Manginte, serta Sekretaris Bappeda Murung Raya, Akhyat Imam Zahrias, bersama para kepala bidang dan tamu undangan lainnya yang ikut memberikan masukan dalam diskusi pembangunan daerah.

Rrporter : Pendi

Editor : Redaksi Palangka-news

PT Palangka News Jaya Mandiri.