PALANGKA-NEWS CO ID, PALANGKA RAYA – Persoalan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kalimantan Tengah kembali menjadi sorotan publik. Antrean panjang di sejumlah SPBU, kelangkaan BBM jenis Pertalite dan Pertamax 92, hingga dugaan permainan oknum pelangsir memunculkan pertanyaan besar terhadap tata kelola distribusi energi di daerah.8/5/2026.
Masyarakat menilai kondisi ini bukan lagi persoalan teknis semata, tetapi sudah menyentuh ranah kebijakan dan dugaan permainan kepentingan yang melibatkan banyak pihak. Jika dibiarkan, situasi ini dapat memicu keresahan sosial dan menghambat aktivitas ekonomi masyarakat kecil.
Ketua DPD AWPI Kalteng Hadriansyah juga pemerhati kebijakan publik menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu segera memanggil pihak PT Pertamina (Persero) beserta pimpinan SPBU se-Kalimantan Tengah untuk membuka secara transparan persoalan distribusi BBM yang terjadi di lapangan.
“Jangan sampai rakyat terus menjadi korban antrean panjang sementara ada pihak-pihak tertentu yang justru mengambil keuntungan dari situasi ini. Pemerintah harus hadir dan tegas,” ujarnya.

Menurutnya, pengawasan distribusi BBM subsidi maupun non-subsidi harus diperketat agar tidak terjadi praktik penimbunan maupun penyalahgunaan oleh oknum tertentu yang memanfaatkan kelemahan sistem.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran diharapkan dapat mengambil langkah cepat dengan mengundang jajaran PT Pertamina (Persero) Regional Kalimantan serta pengelola SPBU guna mencari akar persoalan yang sebenarnya.
“Kalau memang ada mafia BBM atau permainan distribusi, harus dibuka terang-benderang. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan setiap hari,” tambahnya.
Fenomena antrean BBM yang terus berulang dinilai menjadi indikator lemahnya pengawasan serta perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi energi di Kalimantan Tengah.
Publik berharap ada solusi nyata, bukan sekadar janji, agar kebutuhan dasar masyarakat terhadap BBM dapat terpenuhi secara adil, merata, dan tanpa permainan kepentingan politik maupun bisnis terselubung.
Disisi lain warga pedagang jalan Milono Eko mengatakan kami terganggu ada ya antrian panjang di depan toko kami sehingga menutupi pandangan pembeli pada Toto toko atau pedagang yang berada diposisi jalan raya dekan SPBU.
” Ini merugikan kami sudah 4 hari jualan menurun gara gara toko kami akses masuk di tutupi para pengantri BBM baik mobil dan sepeda motor, “ujar Eko pada media ini.
Media ini menghubungi mau konfernasi pada perwakilan Pertamina Kalteng tentang permasalahan antrian panjang mengisi BBM nomor wa panggilan terus tidak ada jawaban.
( Tim Red) PT Palangka News Jaya Mandiri

Leave a Reply