PALANGKA-NEWS.CO.ID, PALANGKA RAYA – Fenomena antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya Pertalite dan Pertamax 92, yang hampir setiap hari terjadi di sejumlah SPBU di Kalimantan Tengah menjadi perhatian serius masyarakat.7/5/2026.
Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berdampak pada distribusi barang, jasa, dan kestabilan ekonomi lokal.
Masyarakat menilai perlu adanya langkah tegas dari Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, untuk segera memanggil pimpinan PT Pertamina (Persero) wilayah Kalimantan Tengah bersama seluruh pimpinan SPBU se-Kalteng guna membahas akar persoalan sebenarnya.
“Kalau antrean panjang ini terus terjadi setiap hari, berarti ada persoalan mendasar yang belum terselesaikan. Gubernur harus turun tangan, panggil Pertamina dan seluruh pengelola SPBU, duduk bersama mencari solusi nyata,” ujar Yayan salah satu warga masyarakat setempat.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu mengetahui secara jelas apakah persoalan terjadi karena keterbatasan kuota BBM, distribusi yang tidak lancar, dugaan permainan oknum pelangsir, lemahnya pengawasan, atau adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan masyarakat dengan pasokan yang tersedia.
“Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban. Kalau masalahnya ada pada distribusi, harus diperbaiki. Kalau ada dugaan pelangsir atau penyalahgunaan, harus ditindak tegas. Kuncinya ada pada transparansi dan keberanian mengambil keputusan,” tegasnya.
Selain itu, evaluasi terhadap sistem pelayanan di SPBU juga dinilai penting agar antrean kendaraan tidak menimbulkan kemacetan panjang di jalan raya yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Pemerintah Provinsi Kalteng diharapkan dapat menjadikan persoalan ini sebagai prioritas, mengingat BBM merupakan kebutuhan vital masyarakat dan penopang utama roda perekonomian daerah.
Dengan adanya forum evaluasi bersama antara Pemprov, Pertamina, dan seluruh pengelola SPBU, masyarakat berharap antrean panjang BBM dapat segera terurai dan pelayanan publik kembali berjalan normal.
“Rakyat hanya ingin kepastian. Jangan setiap hari harus mengantre berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM. Dan semua hak yang sama, Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” tutupnya.
(Red) PT Palangka News Jaya Mandiri

Leave a Reply