Pesan Penting: Tetap Jaga Independensi Jurnalistik, Mitra Kerja Namun Tetap Kritis dan Konstruktif

PALANGKA-NEWS.CO ID, PALANGKA RAYA — Pertemuan rutin Gubernur Kalimantan Tengah dengan insan pers dan organisasi wartawan kembali digelar sebagai upaya memperkuat jalinan komunikasi strategis dalam pembangunan daerah. 21/11

Dialog terbuka tersebut menjadi ruang bertukar informasi, evaluasi kebijakan, dan mempererat sinergi pemerintah dengan media sebagai mitra penyiaran informasi publik.

Dalam forum silaturahmi itu, pemerintah menegaskan pentingnya pers sebagai pilar demokrasi dan elemen kontrol sosial. Di sisi lain, insan pers menyampaikan berbagai catatan dan aspirasi terkait perbaikan komunikasi, transparansi kebijakan publik, serta pemerataan kemitraan dalam sektor media daerah.

Meski suasana pertemuan berlangsung akrab dan penuh semangat kolaboratif, pesan fundamental yang kembali disuarakan dalam diskusi ini adalah kewajiban untuk tetap menjaga independensi jurnalistik.

Hubungan kemitraan antara pemerintah dan media tidak boleh menghilangkan fungsi pers sebagai pengawas, pengkritik, dan penyampai informasi faktual kepada masyarakat.

Para jurnalis dalam pertemuan rutin dgn gubernur Kalteng dan OPD Pemprovkalteng 

Sinergi komunikasi penting — tetapi tidak boleh mencederai objektivitas dan kebebasan pers. Dalam konteks pembangunan Kalteng, insan pers dituntut kritis tetapi konstruktif; menyampaikan kritik berbasis data, analisis yang berimbang, serta tanggung jawab moral untuk menjaga keseimbangan informasi yang diterima publik.

Pertemuan ini diharapkan menjadi ruang dialog yang berkelanjutan, bukan seremonial. Pemerintah membutuhkan masukan dan kontrol media untuk menutup celah persoalan. Sebaliknya, pers membutuhkan akses informasi agar dapat menjalankan kerja jurnalistik secara profesional, terbuka, dan akurat.

Dengan rutinitas pertemuan semacam ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan keterbukaan terhadap kritik dan transparansi, sementara organisasi pers dan wartawan menggarisbawahi komitmen menjaga marwah profesi — bukan sekadar menjadi corong pemerintah, tetapi tetap menjadi penyambung suara masyarakat.

Dari Agustiar Sabran Gubernur Kalimantan Tengah

 “Silaturahmi ini saya bangun sejak lama untuk membangun Kalteng. Tidak mungkin dilakukan sendirian, butuh mitra seperti bapak-ibu wartawan. Satu teman terlalu sedikit, seribu musuh terlalu banyak.”

 “Kita harus mengetatkan program, tapi tetap optimis menjalankan prioritas seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. “ucap Gubernur Kalteng dalam pertemuan

Dari Rangga Lesmana Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi Kalteng.

“Segala bentuk aktivitas pemerintah, sekecil apa pun, harus diketahui masyarakat. Di sinilah peran media menjadi sangat penting sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat.”

“Saya sampaikan bahwa Kominfo berkomitmen menyajikan informasi A1, sehingga hoaks maupun informasi yang dipelintir dapat ditangkal dengan data dan fakta.”tutur Rangga Lesmana

Dari Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (Kalteng) (DPD AWPI Kalteng) melalui Hadriansyah (Ketua)
“Kebebasan pers bukan berarti kebebasan tanpa batas. Wartawan harus tetap berpegang pada kode etik, menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mendidik. Dengan begitu, kepercayaan publik akan terus terjaga.”

Selanjutnya,“Wartawan sejati adalah mereka yang mampu berdiri di atas semua golongan, berpihak pada kebenaran, serta tetap berpegang teguh pada kode etik jurnalistik.” ungkap ketua DPD AWPI Kalteng.

Pewarta. : Titin

PT Palangka News Jaya Mandiri.