PALANGKA-NEWS.CO.ID, PALANGKA RAYA — Masuknya Fairid Naparin dalam program pendidikan Lemhannas 2025 menandai babak baru perjalanan politik dan kepemimpinannya. Di tengah dinamika pembangunan daerah dan kompetisi figur-figur muda di Kalimantan Tengah, keputusan Fairid tidak sekadar memenuhi undangan kelembagaan, melainkan langkah strategis menata ulang peta masa depannya dalam panggung kebijakan publik. 21/11.

Lemhannas RI adalah ruang yang tidak sekadar mengajarkan teori geopolitik, tetapi tempat figur publik diuji daya tahan, ketajaman analisis, serta integritas kenegaraan.

Fairid Naparin terima sertifikat Lemhannas 

Dengan menyelesaikan tahap awal pendidikan, Fairid memperlihatkan bahwa dirinya sedang mempersiapkan fondasi yang lebih kokoh untuk masuk ke gelanggang yang lebih besar—baik di tingkat daerah maupun nasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, dinamika politik Palangka Raya menunjukkan kebutuhan akan pemimpin yang memiliki perspektif luas lintas sektor. Masalah pesatnya pertumbuhan kota, tantangan sosial, hingga tata kelola birokrasi membutuhkan pemimpin yang tidak hanya paham administratif, tetapi juga memiliki kerangka ketahanan nasional. Pendidikan Lemhannas, dalam konteks ini, menjadi jembatan bagi Fairid untuk memperkuat kapasitas tersebut.

Ketua DPD AWPI Kalteng’ Hadriansyah 

Ketua DPD AWPI Kalteng, Hadriansyah, menegaskan bahwa langkah Fairid mengikuti pendidikan Lemhannas bukan sekadar simbol.
“Figur yang masuk Lemhannas bukan datang untuk belajar teori semata, tetapi ditempa untuk menjadi pemimpin yang mampu membaca ancaman dan peluang bangsa. Fairid mengambil langkah berani dan cerdas. Ini sinyal bahwa ia tidak ingin sekadar mengikuti arus politik, tetapi mempersiapkan dirinya dengan standar kepemimpinan yang lebih tinggi,” tegas ketua DPD AWPI Kalteng Hadriansyah yang sering di sapa manghadiboy itu.

Pengamat menilai, bergabungnya Fairid dalam program ini juga membuka interpretasi bahwa ia tengah menata strategi jangka panjang: memperkuat legitimasi, memperluas jejaring, dan menyiapkan lompatan baru dalam karier politik.

Langkah tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa generasi pemimpin muda Kalimantan Tengah harus tampil dengan kapasitas yang terukur, bukan sekadar popularitas.

Kini, setelah melewati tahap awal pendidikan, publik menunggu bagaimana Fairid memaknai mandat strategis yang diberikan Lemhannas.

Apakah pendidikan ini menjadi batu loncatan untuk kembali ke panggung eksekutif? Atau sebagai modal memasuki arena nasional? Pertanyaan itu akan terjawab seiring perjalanan pendidikannya yang masih berlanjut.

Yang jelas, Fairid telah memulai langkah awal yang tidak semua tokoh berani ambil: membangun kredibilitas melalui jalur pembinaan negara, bukan sekadar retorika politik.

Pewarta.    : Red pknews /; Erwansyah

PT Palangka News Jaya Mandiri