PALANGKA-NEWS.CO.ID BUNTOK –Bupati Kabupaten Barito Selatan (Barsel) Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Eddy Raya Samsuri Turun tangan langsung hadir di tengah-tengah masyarakat
Untuk membuktikan keseriusan seorang pemimpin selaku Kepala Daerah. Didampingi Ketua TP-PKK Hj. Permana Sari bersama seluruh Kepala Dinas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Barsel.
Kehadiran Bupati Bersama Seluruh Kepala OPD di Balai Dusun Parigi Desa Kalahien, di Sambut Hangat Kepala Desa Kalahien dan Kepala Dusun Parigi :
Atas kehadiran Bupati bersama Kepala OPD di Balai Dusun Parigi,
disambut hangat Kepala Desa Kalahien, dan Kepala Dusun Parigi serta masyarakat, kehadiran Bupati itu membuat masyarakat sangat antusias disertai tepuk tangan yang meriah.
Karena kehadiran Bupati bersama seluruh kepala OPD tidak hanya dengan tangan kosong, meraka juga membagikan langsung Bantuan Sosial (Bansos) dan Penyaluran
Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) kepada warga yang layak menerimanya dan tepat sasaran Sabtu (31/10/2026).
Acara berlangsung meriah di Balai Dusun Parigi Desa Kalahien,dengan mengusung tema.
LEADERSHIP IS PRESENCE : Bupati Eddy Raya Samsuri Buktikan Kepemimpinan Adalah Kehadiran, Bukan Sekadar Kebijakan.
Leadership is presence.
Kepemimpinan bukan tentang duduk di kursi empuk di kantor menandatangani kertas.
“Akan tetepi Kepemimpinan adalah hadir, melihat dengan mata sendiri, mendengar dengan telinga sendiri, merasakan denyut nadi rakyat,” ujarnya melanjutkan pembicaraan.
“Hari ini kami buktikan. CPPD dan Bansos, ini kami antarkan langsung ke Dusun Parigi. Karena bagi saya, kebijakan tanpa kehadiran adalah omong kosong. Rakyat Parigi butuh bukti, bukan janji, dan bukti itu adalah kami hadir hari ini,” tegas Bupati H. Eddy Raya.
Selain itu juga. Bupati H. Eddy Raya menekankan bahwa, kebijakan ketahanan pangan yang digagas Pemkab Barsel tidak akan pernah berhasil, jika hanya dirumuskan di ruang rapat.
“Namun, kebijakan itu harus diantarkan langsung ke tangan rakyat,” ujarnya.
Setelah Bupati selesai berbicara. Warga bertepuk tangan dengan rasa haru yang sangat mendalam mendengarkan paparan seorang Pemimpin yang Arib dan Budiman.
Diantara masyarakat yang hadir, ada yang menangis sehingga tidk terasa keluar air mata bahagia. Sebab penyaluran CPPD dan Bansos di Dusun Parigi adalah bagian dari strategi besar.
Sebab itu. Pemkab Barsel menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman inflasi, gejolak harga, dan dampak karhutla. Namun lebih dari itu, ini adalah strategi menjaga kepercayaan rakyat kepada pemerintah.
“Ke hadiran kita di Dusun Parigi hari ini, tidak hanya menjaga ketahanan pangan. Kita juga menjaga ketahanan kepercayaan. Ketika pemimpin hadir, rakyat percaya bahwa, negara masih ada untuk mereka,” pungkasnya.
Kepala kepala Dinas DKPP Kabupaten BarselUngkapkan Jumlah CPPD dan Bansos :
Ida Safitri mengungkapkan bahwa, jumlah bantuan CPPD berjumlah 46 paket dan Bansos berjumlah 14 paket sehingga total keseluruhannya 60 paket.
Ada Pun Jenis Paket Bantuan Terdiri Dari :
Paket Sembako Rentan Pangan. Beras Premium 5 Kg, Gula 2 Kg, Minyak Goreng 2 Liter, Ikan Kaleng dan Mie Instan dan beras. Ada juga paket Keluarga Berisiko Stunting.
“Termasuk makanan tambahan bergizi untuk ibu hamil dan balita. Selain itu, CPPD adalah untuk menjaga stabilitas pangan keluarga,” tandasnya.
Nenek Tua 68 Tahun, Tangis Haru Bercampur Bahagia :
Nenek tua bernama “Sarinah” (68), tak kuasa menahan tangis saat menerima bantuan berupa beras diterima langsung dari tangan Bupati.
Nenek Sarinah tidak lupa mengucapkan terimah kasih yang sangat mendalam kepada Bupati H. Eddy Raya yang telah memberikan Bansos kepada dirinya diterimanya langsung dari tangan Bupati.
“Terima kasih Pak Bupati sudah datang ke Dusun Parigi. Kami merasa diperhatikan,” ucapnya lirih sambil mengusap air mata haru bercampur bahagia.
Kepala Desa Kalahien dan Kepala Dusun Parigi Sambut Hangat Kehadiran Bupati Bersama Seluruh Kepala OPD
Kepala Desa Kalahien dan Kepala dusun Parigi mengatakan bahwa, kehadiran Bupati bersama seluruh Kepala OPD di Dusun Parigi ini adalah merupakan impian kami di tengah masyarakat yang sedang membutuhkan bantuan.
“Inilah pemimpin yang sesungguhnya, Bupati yang kami nantikan atas kehadirannya. Kami tidak hanya memerintah dari jauh, akan tetapi hadir di tengah kami. Ini yang membuat warga Parigi semakin cinta kepada Pemkab Barsel,” katanya.
Sebab. Filosofi Leadership Is Presence yang diusung Bupati H. Eddy Raya di Desa Parigi hari ini menjadi pelajaran sangat berharga bahwa, di era digital dan birokrasi yang rumit, hal yang paling dirindukan rakyat adalah kehadiran pemimpinnya secara fisik dan emosional.
Dari Parigi Barito Selatan Belajar. Pemimpin Hebat Tidak Diukur Dari Seberapa Tinggi Gedung Yang Dibangunnya :
Kepala Desa Kalahien dan Kepala Dusun Parigi menuturkan bahwa, dari Dusun Parigi inilah Barito Selatan Belajar. Apa arti seorang pemimpin?
Seorang pemimpin yang hebat tidak diukur dari seberapa tinggi gedung yang dibangunnya.
“Akan tetapi seberapa dalam jejak kakinya tertinggal di tanah desa warganya,” pungkasnya.
Pewarta : H. Assjian
PT. Palangka-News Jaya Mandiri.

Leave a Reply