PALANGKA -NEWS.CO.ID, BUNTOK – 4Perpanjangan Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahap III di Aula Pemerintah Kabupaten Barito Selatan, Jumat (2/10/2026). dipublikasikan 19/10/2026.
Rapat dipimpin oleh Bupati dan pj Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Selatan, *Dr. Ita Minarni, ST., MT.,* dan dihadiri Dandim 1012/Buntok, Kapolres Barsel, DPRD Kab. Barsel, Kalaksa BPBD, sejumlah Kepala OPD, dan Camat.
Pj Sekda menjelaskan, hasil evaluasi di lapangan menunjukkan penanganan kekeringan dan Karhutla masih menjadi perhatian utama. Bantuan yang sebelumnya dilakukan bersama personel TNI menemukan fakta bahwa kondisi akses jalan masih menjadi kendala.
“Dalam kegiatan distribusi bantuan bersama personel TNI, tim menemukan kondisi akses jalan yang perlu mendapat perhatian untuk mendukung mobilitas masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah mempertimbangkan pembukaan atau peningkatan akses jalan alternatif agar distribusi bantuan dan kebutuhan masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada jalur sungai,” ujar Ita Minarni.
Di sisi lain, penanganan kekeringan juga berkaitan erat dengan potensi kebakaran hutan dan lahan. Untuk itu Pemkab Barsel telah menyiapkan sejumlah kolam penampungan air pada titik-titik yang dinilai rawan mengalami kebakaran berulang.
“Pemkab Barsel telah menyiapkan sejumlah kolam penampungan air pada titik-titik rawan kebakaran berulang. Ada sekitar enam titik kolam yang kita persiapkan untuk mendukung penanganan Karhutla,” jelasnya.
Keberadaan kolam tersebut, lanjut Ita, diharapkan dapat memperpendek jarak pengambilan air bagi petugas pemadam apabila terjadi kebakaran. Selama ini salah satu kendala utama dalam penanganan Karhutla adalah jauhnya sumber air dari lokasi kejadian, terlebih ketika kondisi sungai dan sumber air alami mengalami kekeringan.
Terkait hasil rapat yang digelar hari ini, Ita menegaskan bahwa penanganan kekeringan dan dampak kemarau menjadi salah satu perhatian pemerintah, mulai dari pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat, koordinasi distribusi air tangki, penyediaan sumber air permanen melalui sumur bor, hingga penguatan kesiapsiagaan menghadapi Karhutla.
“Pemerintah daerah juga akan melihat perkembangan kondisi di lapangan untuk menentukan apakah jumlah titik air permanen perlu ditambah sesuai kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
H.Assjisn
PT Palangka News Jaya Mandiri.

Leave a Reply