Penulisan : Hadriansyah

PALANGKA-NEWS.CO.ID, PALANGKA RAYA – Kebebasan pers merupakan salah satu pilar penting dalam kehidupan demokrasi. Insan pers memiliki tanggung jawab menyampaikan informasi berdasarkan fakta, mengawal kebijakan publik, serta menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional dan beretika.

Namun, di balik idealisme dan keberanian wartawan menyuarakan kebenaran, terdapat persoalan lain yang tidak kalah penting, yakni keberlangsungan perusahaan media dalam membiayai kegiatan produksi jurnalistik. 31/10/2026.

Direktur PT Palangka News Jaya Mandiri, Hadriansyah, menegaskan bahwa pers harus tetap kritis terhadap berbagai persoalan publik, tetapi tidak boleh kehilangan idealisme, integritas, dan independensi hanya karena kepentingan kemitraan.

“Pers boleh kritis kepada siapa pun, termasuk pemerintah dan para pemangku kepentingan. Namun, kritik harus berdasarkan fakta, bukan kebencian. Media boleh bermitra dengan pemerintah maupun dunia usaha, tetapi jangan sampai kemitraan tersebut mengendalikan ruang redaksi dan menentukan isi pemberitaan,” tegas Hadriansyah.

Menurutnya, perusahaan media memiliki tanggung jawab besar dalam mempertahankan keberlangsungan produksi. Ada biaya operasional redaksi, peliputan lapangan, transportasi wartawan, internet, peralatan jurnalistik, hingga kebutuhan penerbitan yang harus dipenuhi secara berkelanjutan.

Ia menilai, jangan sampai insan pers memiliki keberanian menyampaikan kebenaran, tetapi perusahaan media justru kesulitan bertahan karena tidak memiliki dukungan biaya produksi.

“Jangan takut kepada siapa pun ketika menyampaikan fakta. Yang harus kita pikirkan adalah bagaimana media tetap hidup, wartawan tetap bekerja, dan produksi pemberitaan terus berjalan. Pers membutuhkan keberanian, tetapi perusahaan media juga membutuhkan pembiayaan yang sehat,” ungkapnya.

Hadriansyah juga mengingatkan bahwa kemitraan antara pemerintah daerah, perusahaan, dan media harus dibangun berdasarkan prinsip profesionalitas, keterbukaan, serta kesetaraan. Kemitraan bukan berarti membeli pemberitaan, melainkan membangun kerja sama yang saling menghormati fungsi dan tanggung jawab masing-masing.

Ia berharap pemerintah daerah dan dunia usaha memberikan ruang kemitraan yang adil bagi perusahaan media, termasuk media lokal, sepanjang memenuhi ketentuan dan standar profesional yang berlaku.

Lebih lanjut, insan pers juga dituntut meningkatkan kualitas pemberitaan, mematuhi kode etik jurnalistik, melakukan verifikasi informasi, serta memberikan ruang klarifikasi kepada pihak yang diberitakan.

“Pers jangan hanya menuntut dihargai, tetapi juga harus menunjukkan profesionalitas. Perusahaan media jangan hanya mengejar kerja sama, tetapi harus menjaga kepercayaan publik. Kita harus sama-sama memperkuat ekosistem pers yang sehat,” tambahnya.

PERS HARUS TETAP BERDIRI TEGAK

Pada akhirnya, kekuatan pers bukan hanya terletak pada keberanian mengkritik, tetapi juga pada kemampuannya menjaga kepercayaan masyarakat.

Pers boleh bermitra, tetapi tidak boleh kehilangan independensi. Pers boleh mendapatkan dukungan pembiayaan, tetapi tidak boleh memperjualbelikan kebenaran.

Sebab, ketika idealisme dan independensi tetap terjaga, sementara keberlangsungan produksi media diperkuat, pers akan mampu menjalankan tugasnya secara berkelanjutan demi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.

Tim redaksi.