PALANGKA-NEWS.CO.ID, PALANGKA RAYA — Insan pers memiliki tanggung jawab besar dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, mengungkap fakta, serta menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan berbagai persoalan publik. Namun, di balik keberanian wartawan menjalankan tugas jurnalistik, terdapat tantangan nyata yang tidak boleh diabaikan, yakni biaya produksi dan keberlangsungan perusahaan media. 30/10/2026.

Direktur PT Palangka News Jaya Mandiri, Hadriansyah, menegaskan bahwa keberanian insan pers tidak semestinya diukur dari seberapa kuat mereka menghadapi tekanan, melainkan dari komitmen menjaga independensi, memegang teguh kode etik jurnalistik, serta menyajikan berita yang faktual dan berimbang.

“Insan pers tidak takut kepada siapa pun ketika menyampaikan kebenaran berdasarkan fakta. Namun, yang menjadi tantangan besar adalah bagaimana perusahaan media mampu bertahan ketika biaya produksi tidak lagi mencukupi. Media membutuhkan biaya untuk operasional redaksi, peliputan, transportasi wartawan, internet, peralatan kerja, hingga penerbitan berita,” ungkap Hadriansyah.

Menurutnya, perusahaan media tidak cukup hanya memiliki wartawan yang berani dan profesional. Keberlangsungan media juga ditentukan oleh kemampuan membiayai kegiatan jurnalistik secara berkelanjutan. Tanpa dukungan pembiayaan yang sehat, media lokal berisiko kesulitan mempertahankan kualitas pemberitaan dan jangkauan informasi kepada masyarakat.

Hadriansyah juga menekankan bahwa persoalan biaya produksi tidak boleh menjadi alasan bagi insan pers untuk menggadaikan independensi pemberitaan. Dukungan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat terhadap keberlangsungan media harus tetap menghormati kebebasan pers serta tidak mencampuri isi pemberitaan.

“Pers bukan alat untuk menakut-nakuti, bukan pula alat untuk menyenangkan pihak tertentu. Pers harus berdiri di atas fakta, menyampaikan kritik secara bertanggung jawab, serta memberikan ruang bagi solusi. Tetapi kita juga harus realistis, perusahaan pers membutuhkan biaya agar roda jurnalistik tetap berjalan. Jangan sampai media berhenti bukan karena kehilangan keberanian, melainkan karena tidak mampu lagi membiayai produksi,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dapat membangun kemitraan yang sehat dengan perusahaan media melalui mekanisme yang transparan, profesional, dan tidak mengikat kebebasan redaksi.

Menurut Hadriansyah, media yang sehat secara ekonomi dan kuat secara independensi akan lebih mampu menjalankan fungsi informasi, pendidikan, hiburan, serta kontrol sosial demi kepentingan masyarakat.

“Pers harus tetap berani, independen, dan berintegritas. Keberanian menyampaikan kebenaran harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga keberlangsungan perusahaan media. Sebab, ketika media tidak lagi mampu berproduksi, masyarakat juga berpotensi kehilangan salah satu sumber informasi publik yang penting,” tutupnya.

Desi Arisandi, M.Pd.

PT Palangka News Jaya Mandiri.