PALANGKA-NEWS.CO.ID, JAKARTA – Buku berjudul “Penemu Biofar SS: Anak Desa dari 70 Ribu Mendunia” karya Muhammad Ja’far Hasibuan resmi diluncurkan dalam Seminar dan Talkshow Peluncuran serta Bedah Buku Skala Internasional di Aula G Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Sabtu (25/7/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan sekitar 500 peserta secara memikat dan 1.500 peserta secara berani, serta mempertemukan ilmuwan, peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan dari berbagai bidang ilmu.
Acara yang diselenggarakan Mega Press Nusantara itu mendapat dukungan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, serta Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Buku karya Muhammad Ja’far Hasibuan, mahasiswa Semester I Program Studi Magister Gizi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU), diresmikan atas nama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melalui perwakilan pimpinan Polri.
Muhammad Ja’far Hasibuan mengatakan peluncuran buku tersebut membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk menghasilkan karya ilmiah yang memberi manfaat bagi masyarakat.
“Peluncuran ini menjadi bukti bahwa keterbatasan sosial dan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk menghasilkan karya ilmiah yang memenuhi standar akademik dan berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan,” ungkap Muhammad Ja’far Hasibuan, Kamis (30/7/2026).
Dalam bukunya, Ja’far mengisahkan perjalanan hidup sebagai anak yatim dari Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara, yang merantau dengan bekal Rp70 ribu. Ia membiayai pendidikan dengan menjual roti sambil menjalani perkuliahan hingga akhirnya mengembangkan inovasi Biofar SS melalui serangkaian penelitian dan pengujian ilmiah.
Menurutnya, dukungan Program Beasiswa Kapolri menjadi motivasi untuk menghasilkan inovasi yang dapat memberi manfaat bagi masyarakat luas.
“Seluruh kompetensi dan wawasan yang saya peroleh selama pendidikan saya arahkan menjadi karya terapan dan inovasi yang teruji secara ilmiah agar dapat diakses oleh masyarakat, khususnya kelompok yang memiliki keterbatasan pelayanan kesehatan. Dukungan pimpinan institusi dan para dosen menjadi landasan metodologis dan etis dalam setiap proses penelitian,” ujarnya.
Padukan Pengalaman Hidup dengan Teori Ilmiah
Buku setebal lebih dari 400 halaman itu memadukan pengalaman hidup penulis dengan lebih dari 200 referensi ilmiah lintas disiplin. Ja’far menggabungkan berbagai teori internasional, mulai dari Teori Modal Sosial, Pendekatan Kapabilitas, Teori Perilaku Terencana, hingga Faktor Penentu Sosial Kesehatan.
Selain teori tingkat tinggi, buku tersebut juga mengulas berbagai teori menengah seperti Growth Mindset, Post-Traumatic Growth, Resilience (Ordinary Magic), Ecological Systems Theory, serta Consolidated Framework for Implementation Research (CFIR) . Pada aspek manajemen, Ja’far menerapkan Prinsip Pareto 80/20, Matriks Eisenhower, metode RACI, dan Work Breakdown Structure (WBS) untuk menjelaskan proses lahirnya inovasi Biofar SS secara sistematis.
Melalui pendekatan multidisiplin tersebut, perjalanan hidup penulis tidak hanya menjadi kisah inspiratif, tetapi juga diartikan sebagai kajian ilmiah mengenai pembangunan karakter, inovasi, dan kontribusi sosial.
Dapat Apresiasi Akademisi dan Pemerintah
Seminar internasional itu dibuka atas nama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang diwakili Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri, Komjen Pol Drs. RZ Panca Putra Simanjuntak, M.Si. Sambutan Kapolri dibacakan Irjen Pol Dr. Andry Wibowo, SIK, MH, M.Si.
Dalam Berbagai hal disampaikan bahwa karya Muhammad Ja’far Hasibuan menunjukkan keberhasilan tidak ditentukan oleh latar belakang ekonomi, melainkan oleh kejujuran, disiplin, ketekunan, dan kepedulian terhadap masyarakat.
Guru Besar FKM UI, Prof.dr. Adang Bachtiar, MPH, D.Sc., menilai buku tersebut memiliki nilai akademik yang tinggi karena masyarakat berhasil menghubungkan pengalaman hidup dengan teori-teori mutakhir di bidang kesehatan, inovasi, dan kepemimpinan. Bahkan menurutnya, karya tersebut telah menjadi bahan diskusi di kalangan profesor dan membuka peluang bagi Muhammad Ja’far Hasibuan untuk melanjutkan studi doktoral di Harvard University.
Apresiasi juga datang dari Guru Besar FKM USU, Prof.Dr.Ir. Zulhaida Lubis, M.Kes., Wakil Dekan II Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Rosleny Marliani, M.Si., CPP, serta Kementerian Pemuda dan Olahraga RI yang mengukuhkan Muhammad Ja’far Hasibuan sebagai Ikon Pemuda Terdaftar Resmi Kemenpora RI.
Selain itu, Perpustakaan Nasional RI menetapkan buku “Penemu Biofar SS: Anak Desa dari 70 Ribu Mendunia” sebagai salah satu koleksi referensi nasional. Menyusun kegiatan ditutup dengan diskusi ilmiah, menyampaikan buku, serta menandatangani dokumen referensi.
Reporter: Megy
Editor: Redaksi Palangka-News
PT Palangka News Jaya Mandiri

Leave a Reply Cancel reply