Palangka- News.co.id // Murung Raya – Kepala Desa Kalasin, Kecamatan Uut Murung, Kabupaten Murung Raya, Ater, mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap kondisi ekonomi masyarakat di desanya yang semakin tertekan. Hal ini disebabkan oleh lonjakan harga sembilan bahan pokok (sembako) yang tidak sebanding dengan penghasilan warga yang bergantung pada usaha tradisional seperti pencarian gaharu dan ikan, yang hasilnya tidak menentu.
Saat ditemui awak media di kediaman pribadinya pada Kamis (12/6/2025), Ater menyampaikan bahwa mayoritas masyarakat Desa Kalasin kini menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari karena tidak adanya penghasilan tetap dan mahalnya harga kebutuhan pokok.
“Masyarakat di desa kami kebanyakan hanya mengandalkan hasil alam seperti gaharu dan ikan. Itu pun tidak pasti dapat setiap hari. Sementara harga sembako terus naik, membuat mereka makin kesulitan,” ujar Ater.
Kondisi tersebut diperparah oleh rusaknya Jembatan Sungai Jolo, yang merupakan akses utama penghubung antara Desa Kalasin, Desa Tumbang Tujang, dan Desa Topus, Ke Ibukota Kecamatan Uut Murung. Jembatan ini telah mengalami kerusakan selama lebih dari dua tahun, namun belum juga mendapat perhatian serius dari pihak pemerintah daerah maupun perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut, terutama PT BP.
“Jembatan Sungai Jolo adalah satu-satunya akses utama warga untuk menjual hasil dan mendapatkan pasokan kebutuhan pokok. Sudah dua tahun rusak, tapi belum diperbaiki juga. Ini memengaruhi seluruh aktivitas ekonomi masyarakat di tiga desa,” tambahnya.
Ater juga menyinggung tidak adanya program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan BP kepada Desa Kalasin, meskipun perusahaan tersebut telah lama beroperasi di sekitar wilayah desa.
“Kami sangat berharap ada tanggung jawab dari perusahaan. Sampai hari ini belum ada kontribusi CSR yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Ater berharap pemerintah dan pihak perusahaan dapat segera merespons kondisi ini dengan langkah nyata, termasuk perbaikan infrastruktur jembatan dan penyaluran bantuan sosial atau program pemberdayaan ekonomi bagi warga.
Catatan Redaksi:
Lonjakan harga bahan pokok yang tidak diimbangi oleh akses infrastruktur dan dukungan ekonomi dari perusahaan serta pemerintah daerah dapat memperparah ketimpangan dan kesenjangan pembangunan antarwilayah. Perlu ada sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan dan pemerataan pembangunan desa.
Reporter : Pendi.
PT Palangka News Jaya Mandiri

Leave a Reply Cancel reply