PALANGKA RAYA – Pendekatan humanis dalam penegakan hukum menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga masa depan generasi muda. Sosok Pak Cak Syam dikenal melalui upaya mengedepankan komunikasi, pembinaan, dan mediasi dalam menyelesaikan persoalan yang melibatkan kalangan anak muda.19/9/2026.
Dengan capaian mediasi yang disebut mencapai 95 persen, pendekatan tersebut menjadi perhatian karena membuka ruang dialog antara pihak-pihak yang berselisih. Namun, penyelesaian melalui mediasi tetap harus memperhatikan ketentuan hukum, hak korban, serta jenis perkara yang ditangani.
Dalam draf keterangannya, Pak Cak Syam menyampaikan bahwa generasi muda merupakan aset bangsa yang perlu dibimbing dan dilindungi. Menurutnya, penyelesaian persoalan tidak selalu harus berujung pada konflik berkepanjangan apabila masih tersedia ruang dialog yang sesuai dengan hukum.
“Anak-anak muda adalah generasi penerus bangsa. Mereka perlu dibimbing, diarahkan, dan diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri. Kami berupaya mengedepankan pendekatan humanis melalui komunikasi dan mediasi, sepanjang perkara tersebut memenuhi ketentuan hukum untuk diselesaikan dengan cara itu,” demikian draf kutipan Pak Cak Syam.
Ia juga menekankan pentingnya membangun kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian melalui sikap terbuka, adil, dan mengedepankan kepentingan bersama.
“Tujuan kita bukan sekadar menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi juga bagaimana mencegah persoalan serupa terulang dan membantu generasi muda memiliki masa depan yang lebih baik,” lanjut kutipan tersebut.
Mahasiswa: Pendekatan Dialog Membuka Ruang Penyelesaian
Dari kalangan mahasiswa, pendekatan dialog dan mediasi dinilai dapat menjadi ruang untuk menyampaikan aspirasi serta mencari penyelesaian secara damai. Komunikasi yang terbuka antara aparat kepolisian dan mahasiswa juga dapat membantu mengurangi kesalahpahaman.
“Kami mengapresiasi pendekatan yang mengutamakan dialog dan komunikasi. Mahasiswa membutuhkan ruang untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka. Ketika persoalan dibicarakan dengan kepala dingin dan semua pihak saling menghormati, peluang menemukan penyelesaian yang baik akan semakin terbuka.”
Mahasiswa juga berharap pendekatan humanis tetap berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat, kebebasan menyampaikan pendapat, serta kepastian hukum.
“Kami berharap komunikasi antara kepolisian dan mahasiswa terus terjalin. Perbedaan pandangan seharusnya tidak menjadi alasan untuk saling bermusuhan, melainkan menjadi kesempatan untuk belajar menghargai dan mencari solusi bersama,” demikian draf kutipan mahasiswa.
Menjaga Masa Depan Generasi Muda
Pendekatan humanis dalam penanganan persoalan yang melibatkan generasi muda dapat menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih baik antara kepolisian dan masyarakat.
Meski demikian, keberhasilan mediasi perlu didukung data yang jelas, termasuk jumlah perkara yang ditangani, periode pelaksanaan, serta jenis perkara yang memenuhi persyaratan penyelesaian melalui mediasi.
Dengan komunikasi yang terbuka, pembinaan yang tepat, dan penegakan hukum yang sesuai ketentuan, upaya menjaga generasi muda diharapkan dapat berjalan seiring dengan terciptanya keamanan, ketertiban, dan rasa keadilan di tengah masyarakat.
Desi A., M. Pd.
PT Palangka News Jaya Mandiri

Leave a Reply Cancel reply