Pulang Pisau – Upacara Tiwah adalah acara ritual kematian yang Sakral dari Suku Dayak terutama Suku Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah ,yang bertujuan untuk mengantarkan arwah orang yang meninggal menuju keabadian di Lewu Tatau (surga).
Dan acara tiwah itu sendiri bertujuan meluruskan perjalanan roh (liau) agar sampai ketempat peristirahatan terakhir yang damai juga bertujuan penyucian dan buang sial serta berfungsi untuk melepaskan keluarga yang ditinggalkan dari pengaruh kesialan.
Dan rangkaian Utama upacara Tiwah adalah menggali tulang atau menggali makam lama untuk mengambil dan membersihkan tulang belulang leluhur.
Dalam prosesi upacara Ritual Tiwah keagamaan Hindu Kaharingan puncaknya adalah Tabuh atau penombakan hewan kurban seperti kerbau ,sapi dan babi sebagai simbol persembahan.
Demikian juga yang terjadi pada pelaksanaan upacara ritual tiwah agama Hindu Kaharingan di Desa Tahawa Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau telah berlangsung sejak awal Juli hingga acara Tabuh pada 13 September 2026. Dan Tabuh yang merupakan puncak acara Tiwah itu dibagi dalam Tabuh 1 dilaksanakan pada Sabtu (12/9/26) dan Tabuh 2 pada Minggu (13/9/26).Pada Tabuh 1 panitia menyembelih 1 (satu) ekor Kerbau dan pada Tabuh 2 mengorbankan 2(dua) ekor hewan Kerbau.
Ito Madae selaku Ketua Panitia Upacara Ritual Tiwah saat ditemui para awak media di rumah keluarga mengatakan bahwa upacara Tiwah di Desa Tahawa ini merupakan yang kedua kalinya pada tahun 2026.
Acara yang berlangsung sejak 15 Juli sampai 13 September 2026 telah dilaksanakan dengan berbagai kegiatan yang dilakukan bertahap dari hari kehari sampai pada puncak acara Tabuh
Adapun nama – nama Liau yang di tiwahkan berjumlah 6 (enam) orang ,yaitu :
1.Marincen ,jenis kelamin perempuan ,adalah dari anggota tiwah Bandae alamat Desa Tahawa 2.Atuk Dahiang ,3 Nuri Bulli ,4.Nucil Atuk ,5.Lia Lagun dan 6.Duris Nikel ,kelimanya dari keluarga anggota tiwah Untung yang beralamat di Desa Pambarunan.
Dan setelah Tabuh 1 ,Sabtu (12/9/26) dan Tabuh 2 ,Minggu (13/9/26).
Beberapa awak media yang turut serta mengikuti acara sesudah Tabuh yaitu nganjan pada sore hari ,minggu (13)9/26) kemudian pengambilan tulang belulang dari area pemakaman ,lalu dibawa ke samping Sandung yang merupakan tempat suci untuk selanjutnya dengan ritual tersendiri lalu dimasukkan kedalam Sandung yang telah dipersiapkan itu. Bahwa secara keseluruhan rangkaian upacara ritual tiwah ini ada tahapan2 ,misalnya Kangkahem ,itu adalah acara setelah Nyangkean (memasukkan tulang belulang para leluhur kedalam sandung.
Dan Kangkahem adalah ritual untuk menghilangkan kesialan (manganan sial kawe pali ,endus nupi kampa dahiang baya , panyakit saribu sambaranan ara saratus sambutan biti).Dalam ritual Kangkahem ini para pelaksana tuwah tadi naik kedalam perahu lalu perahunya dbalik dan ditenggelamkan kedalam sungai. Demikianlah sampai pada akhir prosesi yang telah disepakati oleh seluruh panitia dan keluarga liau (leluhur)
maka seluruh rangkaian kegiatan akan diakhiri pada 24 September 2026 dengan kegiatan penutup ,Basir buli huma masing- masing .
Erwansyah/ Desi

Leave a Reply Cancel reply