PALANGKA RAYA — Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfo) memiliki peran strategis sebagai corong pemerintah dalam menyampaikan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, khusDiskominfousnya di tengah kondisi kabut asap yang mulai menjadi perhatian publik di Kalimantan Tengah. 30/8/2026

Informasi mengenai perkembangan kualitas udara, kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), langkah penanganan pemerintah, serta imbauan menjaga kesehatan perlu disampaikan secara terbuka dan mudah dipahami masyarakat.

Di tengah situasi tersebut, Diskominfo diharapkan tidak hanya menjadi penyampai informasi kegiatan pemerintahan, tetapi juga mampu menjadi pusat komunikasi publik yang membantu masyarakat memperoleh informasi resmi dan menghindari kabar yang belum terverifikasi.

1. Informasi Kesehatan Harus Menjadi Prioritas

Kabut asap dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Karena itu, informasi mengenai langkah perlindungan diri, penggunaan masker yang tepat, pembatasan aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, serta anjuran mendapatkan pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan harus terus disampaikan melalui berbagai kanal komunikasi pemerintah.

2. Sinergi dengan Instansi Terkait

Diskominfo juga perlu memperkuat koordinasi dengan perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Kesehatan, BPBD, Dinas Pendidikan, serta pihak lainnya, sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar berdasarkan data dan kondisi lapangan.

Khusus bagi dunia pendidikan, informasi mengenai kondisi udara dan kebijakan kegiatan belajar mengajar menjadi penting agar sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik mendapatkan pedoman yang jelas.

3. Keterbukaan Informasi Publik

Peran Diskominfo sebagai corong pemerintah harus dibarengi dengan keterbukaan informasi. Masyarakat berhak mengetahui perkembangan situasi kabut asap dan upaya pemerintah dalam mengatasinya.

Penyampaian informasi secara cepat dan transparan juga dapat mencegah berkembangnya informasi simpang siur di tengah masyarakat.

Dengan komunikasi publik yang kuat, pemerintah dapat membangun kepercayaan masyarakat sekaligus mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menjaga kesehatan dan lingkungan.

4. AWPI Dorong Komunikasi Publik Diperkuat

DPD Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Kalimantan Tengah memandang Diskominfo memiliki posisi penting dalam membangun jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Media massa juga memiliki peran penting sebagai mitra dalam menyebarluaskan informasi yang benar, berimbang, dan edukatif kepada masyarakat.

Ketua DPD AWPI Kalteng, Hadriansyah, menilai kondisi kabut asap harus menjadi perhatian bersama karena menyangkut kepentingan dan kesehatan masyarakat.

Menurutnya, pemerintah melalui Diskominfo perlu memastikan setiap informasi penting terkait kabut asap, karhutla, kualitas udara, pendidikan, dan kesehatan dapat diterima masyarakat secara cepat dan jelas.

“Diskominfo harus menjadi corong pemerintah yang mampu menyampaikan informasi secara terbuka, cepat dan akurat. Dalam kondisi kabut asap seperti sekarang, informasi kesehatan masyarakat harus menjadi salah satu prioritas,” ujar Hadriansyah.

Ia menambahkan, masyarakat juga diharapkan tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial sebelum mengetahui sumber dan kebenarannya.

AWPI Kalteng mendorong agar pemerintah, media massa, dunia pendidikan, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat terus memperkuat kolaborasi menghadapi kabut asap.

Dengan komunikasi publik yang baik, diharapkan masyarakat mendapatkan perlindungan informasi sekaligus mampu mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan selama kondisi udara belum sepenuhnya membaik.

Tim Redaksi .