PALANGKA-NEWS.CO.ID, MURUNG RAYA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya menggelar rapat koordinasi strategis guna mematangkan rencana penempatan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Palangka Raya (UPR) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya untuk pelaksanaan tahun 2026. Pertemuan tersebut berlangsung di Aula A Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Murung Raya, Rabu (3/6/2026).

Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Bupati Murung Raya, Heriyus, S.E., didampingi Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Murung Raya, Sarwo Mintarjo. Hadir pula sejumlah kepala perangkat daerah, camat, dan pejabat terkait yang akan terlibat dalam mendukung pelaksanaan program KKN di berbagai wilayah desa.

Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah membahas berbagai aspek penting terkait penempatan mahasiswa, mulai dari kondisi geografis wilayah, akses transportasi, keamanan, hingga kesiapan desa-desa yang akan menjadi lokasi pelaksanaan KKN.

Bupati Heriyus menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Murung Raya pada prinsipnya mendukung penuh pelaksanaan program KKN sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Program tersebut dinilai mampu memberikan manfaat bagi pembangunan desa sekaligus menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa.

Namun demikian, Heriyus menekankan bahwa dukungan tersebut harus dibarengi dengan perencanaan yang matang.

Pemerintah daerah tidak ingin pelaksanaan KKN justru menimbulkan risiko yang dapat membahayakan keselamatan para mahasiswa selama berada di lokasi penugasan.

Menurut Heriyus, pihaknya telah menerima sejumlah masukan dari calon peserta KKN terkait rencana penempatan di beberapa wilayah yang hanya dapat diakses melalui jalur sungai. Sebagian mahasiswa menyampaikan keberatan karena akses menuju lokasi dinilai cukup sulit dan memiliki tingkat risiko yang tinggi.

Masukan tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi bersama dalam rapat koordinasi.

Pemerintah daerah bersama perangkat terkait melakukan peninjauan ulang terhadap sejumlah desa yang sebelumnya masuk dalam daftar lokasi penempatan mahasiswa KKN tahun 2026.

“Kami tidak akan menempatkan mahasiswa pada jalur yang ekstrem atau berisiko tinggi.

Keselamatan mahasiswa menjadi prioritas utama selama pelaksanaan KKN di Kabupaten Murung Raya,” tegas Heriyus di hadapan peserta rapat.

Sebagai tindak lanjut dari kebijakan tersebut, beberapa desa yang sebelumnya direncanakan menjadi lokasi KKN akhirnya dikeluarkan dari daftar penempatan. Selain itu, terdapat pula sejumlah wilayah yang mengalami pengurangan kuota mahasiswa karena pertimbangan aksesibilitas dan keselamatan.

Pemerintah daerah menilai bahwa lokasi dengan akses transportasi sungai yang berbahaya berpotensi menimbulkan kendala selama pelaksanaan program. Oleh sebab itu, penempatan mahasiswa akan difokuskan pada wilayah yang lebih mudah dijangkau dan memiliki fasilitas pendukung yang memadai.

Selain faktor keamanan, aspek kemampuan keuangan daerah juga menjadi perhatian dalam pembahasan. Pemkab Murung Raya harus memastikan bahwa dukungan anggaran untuk kebutuhan transportasi, konsumsi, dan akomodasi mahasiswa dapat terpenuhi secara optimal.

Berdasarkan hasil koordinasi sementara, jumlah mahasiswa KKN yang akan ditempatkan di Kabupaten Murung Raya mengalami penyesuaian. Dari proyeksi awal sekitar 700 mahasiswa, jumlah tersebut dikurangi menjadi sekitar 550 mahasiswa.

Pengurangan jumlah peserta dilakukan sebagai langkah realistis untuk menyesuaikan kapasitas daerah dalam memberikan dukungan selama pelaksanaan program berlangsung. Dengan jumlah yang lebih proporsional, diharapkan pengelolaan kegiatan dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Pemerintah Kabupaten Murung Raya berharap pelaksanaan KKN tahun 2026 dapat berjalan dengan lancar, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu membantu berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah setempat.

Melalui koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi

Pendi : PT Palangka News Jaya Mandiri.