PALANGKA-NEWS.CO.ID, PALANGKA RAYA – Sebanyak 100 unit sekolah di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dipastikan akan menjalani program revitalisasi infrastruktur pada tahun ini. DPRD Provinsi Kalteng menegaskan bahwa fokus utama dari program tersebut adalah perombakan total pada struktur dasar bangunan.
Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto, mengungkapkan bahwa mayoritas sekolah yang disasar memiliki usia bangunan di atas 25 tahun. Kondisi fisik sekolah-sekolah tersebut dinilai sangat memprihatinkan dan membahayakan aktivitas belajar mengajar.
“Banyak bangunan kita yang sudah berusia di atas 25 tahun dan kondisinya sangat miris,” terang Sugiyarto di kantor komisi DPRD Kalteng, Selasa (02/06/2026).
Oleh karena itu, revitalisasi tahun ini akan memprioritaskan konversi bangunan yang masih berbahan dasar kayu menjadi konstruksi beton yang lebih kokoh.
Sugiyarto juga menambahkan bahwa pengadaan fasilitas teknologi digital terpaksa dikesampingkan sementara waktu.
“Kayu diubah menjadi beton, pondasinya selesaikan dulu. Setelah itu baru kita bicara peningkatan fasilitas digital,” tegasnya.
Terkait waktu pelaksanaan, ia memastikan bahwa eksekusi proyek tidak harus menunggu instruksi serentak dari Pemerintah Pusat. Realisasi di lapangan sangat bergantung pada kecepatan penyelesaian administrasi dan kesiapan masing-masing wilayah di Kalteng.
“Sesuai dengan kesiapan daerah. Kalau umpamanya bulan Juli mereka sudah siap, ya bisa langsung masuk,” terangnya.
Mengingat 70 persen target adalah SMA/SMK (wewenang provinsi) dan sisanya SD/SMP (wewenang kabupaten), Sugiyarto mendorong adanya sinergi antar tingkat pemerintahan.
“Urusan pendidikan ini urusan wajib, bukan sekadar pelayanan dasar. Ini harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah,” tutup Sugiyarto
(Titin) PT Palangka news jaya Mandiri.

Leave a Reply Cancel reply