PALANGKA-NEWS.CO.ID, PALANGKA RAYA – Kepergian atlet dayung senior Benson menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat pecinta olahraga di Kalimantan Tengah. Sosok yang dikenal pernah mengharumkan nama daerah dan Indonesia melalui prestasi dayung tingkat nasional hingga internasional itu disebut telah meraih puluhan medali emas sejak era 1985, termasuk pada ajang Asian Games hingga Olimpiade.

Benson meninggal 23 Mei 2026 dimakamkan 27 Mei 2026, 49 hari  sang istri lebih dulu meninggal

Namun di balik penghormatan atas prestasi besarnya, keluarga mengaku kecewa karena tidak terlihat kehadiran dari pihak Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah maupun pengurus baru PODSI Kalteng saat almarhum disemayamkan dan dimakamkan 27 Mei 2026.

“Kami sangat sedih. Semasa hidup beliau sudah banyak berjuang membawa nama daerah dan bangsa lewat olahraga dayung. Tapi saat beliau meninggal, tidak ada kepedulian dari Pemprov Kalteng maupun pengurus baru PODSI Kalteng untuk datang melayat,” ungkap pihak keluarga Benson dengan nada kecewa.

Keluarga menilai, sosok Benson seharusnya mendapatkan penghormatan yang layak atas dedikasi dan pengabdiannya di dunia olahraga. Prestasi yang pernah diraih almarhum dianggap menjadi bagian penting sejarah olahraga dayung di Kalimantan Tengah dan Indonesia.

Masyarakat dan sejumlah tokoh olahraga juga berharap ke depan pemerintah maupun organisasi olahraga lebih memperhatikan para atlet senior yang telah berjasa membawa nama daerah di tingkat nasional maupun internasional.

Menurut mereka, penghargaan kepada atlet tidak hanya diberikan saat meraih kemenangan, tetapi juga dalam bentuk perhatian dan penghormatan ketika para atlet memasuki masa tua hingga akhir hayatnya.

Menurut nitizen arruokay14 menpora sibuk mengurus sepak bola yang tidak pernah ada prestasinya sama dengan kalteng banyak membuang anggaran daerah aja,

Pertanyaan nya bisakah atlit dayung seperti Benson lagenda di jaman Digital ini?

(Tin/Red) PT Palangka News Jaya Mandiri.