PALANGKA-NEWS.CO.ID, MUARA TEWEH – Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah — Sebuah perhelatan budaya dan spiritual yang penuh makna berlangsung meriah dengan pelaksanaan ritual adat Dayak “Makan Kakah Dow.” Kegiatan ini terselenggara di sekretariat Gabungan Pangkalima Dayak (GPD) Alur Barito, RT 3, Desa Jingah, pada akhir pekan lalu, melibatkan ratusan anggota dari berbagai organisasi masyarakat (ormas) Dayak di wilayah tersebut
Ritual ini merupakan kolaborasi dari sejumlah ormas Dayak yang memiliki kepedulian kuat terhadap pelestarian nilai-nilai budaya dan spiritual leluhur. Di antaranya adalah Gabungan Pangkalima Dayak (GPD) Alur Barito, Gerakan Pemuda Dayak (Gerdayak), Ormas Iya Mulik Bengkang Turan, Bawi Dayak, dan Asosiasi Bawi Dayak Barito Utara (Asbadata).
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Majelis Keharingan Indonesia, dengan kehadiran Demang Maki (Robinson) yang bertugas sebagai penanggung jawab acara.
Ritual Makan Kakah Dow dilaksanakan dengan penuh khidmat dan berlangsung hingga malam hari. Peserta menyajikan sesajen kepada roh leluhur sebagai bentuk penghormatan dan doa agar terjauhkan dari mara bahaya serta sial.
Melalui upacara ini, komunitas Dayak mengenang warisan nenek moyang sekaligus memohon keberkahan agar desa dan masyarakatnya senantiasa terlindungi dari segala bencana dan kesulitan.
Acara dipimpin langsung oleh Ketua Umum GPD Alur Barito, Bapak Hison, yang juga bertindak sebagai Ketua Pelaksana.
Dalam sambutannya, beliau menekankan arti penting ritual tersebut sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas dan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. “Hari ini kita melaksanakan acara ritual adat yang dikenal dengan nama Makan Kakah Dow. Acara ini adalah milik kita semua, para ormas Dayak.
Terima kasih atas kehadiran semua yang mendukung. Semoga kita dapat terus memahami dan melestarikan adat leluhur ini sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang,” tuturnya dengan penuh semangat.
Persiapan teknis dan konseptual acara turut disusun oleh Sekjen GPD Alur Barito, Bapak Sanupali, yang memastikan rangkaian ritual berjalan dengan tertib dan sesuai dengan nilai-nilai adat.
Demang Maki Robinson, sebagai pemangku adat, menyampaikan bahwa fungsi ritual ini tidak hanya sekadar tradisi, tetapi juga sebagai penjaga keseimbangan alam dan harmoni antara manusia dan semesta.
Kemeriahan acara ini bukan saja menampilkan kekayaan budaya, namun juga memperlihatkan solidaritas lintas organisasi pemuda dan masyarakat Dayak di Barito Utara.
Sinergi tersebut menjadi modal kuat untuk terus menghidupkan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi fondasi kebersamaan dan keberlanjutan komunitas.
Dengan berakhirnya ritual Makan Kakah Dow, masyarakat Adat berharap tradisi ini dapat terus diwariskan dan menjadi sumber inspirasi dalam menjaga harmoni kehidupan di tengah dinamika zaman.
Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata komitmen ormas Dayak dan Majelis Keharingan Indonesia ,dalam merawat akar budaya yang kaya makna serta mendalam spiritualitas nya.
Penulis : Andevi

Leave a Reply Cancel reply