PALANGKA-NEWS.CO.ID, PALANGKA RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kalteng menyelenggarakan Festival Olahraga dan Seni (FOSEN) tingkat SMA/SMK tahun 2025. Acara pembukaan dilaksanakan di lapangan SMAN 3 Kota Palangka Raya, Senin (15/12/2025).
Di sela-sela kegiatan tersebut, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, M. Reza Prabowo, menjelaskan mengenai kebijakan strategis terkait program pendidikan gratis dan bantuan pendidikan di tahun 2026 mendatang.
Reza Prabowo menegaskan bahwa penentuan kuota sekolah gratis dan bantuan pendidikan untuk tahun 2026 akan dilakukan secara terukur, objektif, dan berbasis data yang akurat. Hal ini sejalan dengan arahan Gubernur Kalteng yang disampaikan di berbagai media.
“Penentuan kuota penerima bantuan tidak ditentukan secara sembarangan. Semua dihitung berdasarkan kebutuhan riil di lapangan agar program tepat sasaran dan berkelanjutan,” ucap Reza.
Ia menjelaskan, perhitungan kuota didasarkan pada rasio jumlah lulusan setiap tahun di Kalimantan Tengah dengan daya tampung program yang tersedia.
Tantangan Data dan Indikator “Aladin”
Reza menyoroti adanya kondisi ironis di mana dari total kuota sekitar 10 ribu penerima, baru terisi sekitar 3.060 orang. Kondisi ini menunjukkan masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan pendidikan namun belum terakomodasi.
Salah satu tantangan utama, lanjut Reza, adalah persoalan data. Pihaknya menerapkan proses profiling yang ketat untuk memastikan kondisi ekonomi keluarga calon penerima. Indikator khusus yang digunakan untuk melihat tingkat kelayakan salah satunya dikenal dengan istilah “Aladin”, yakni kondisi atap, lantai, dan dinding rumah.
Meskipun demikian, Reza mengakui masih terdapat warga yang secara nyata tidak mampu, tetapi belum terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) maupun DTSEN. Untuk mengatasi hal ini, pihaknya telah meminta arahan langsung kepada Gubernur.
“Prinsipnya kami mendukung penuh kebijakan Bapak Gubernur, karena beasiswa dan sekolah gratis ini memang ditujukan untuk masyarakat yang tidak mampu,” tegas Reza, memastikan bahwa warga yang membutuhkan tetap diupayakan untuk mendapat bantuan meskipun terkendala administrasi data awal.
Selain bantuan biaya pendidikan, pemerintah juga menyiapkan fasilitas pendukung berupa perlengkapan sekolah gratis. Saat ini, pendistribusiannya masih menunggu proses pemeriksaan kualitas atau quality control (QC).
“Saat ini perlengkapan tersebut sudah berada di sekolah-sekolah dan sedang dicek satu per satu oleh tim untuk memastikan kualitas dan kuantitas barang benar-benar sesuai standar,” jelasnya.
Reza menekankan bahwa kualitas bahan menjadi perhatian utama. Ia bahkan mencoba langsung pakaian sekolah tersebut untuk memastikan kenyamanan bagi siswa.
“Jika pakaian terasa panas atau tidak nyaman dipakai oleh orang dewasa, maka sudah pasti tidak layak untuk anak-anak,” ujarnya. Pihaknya memastikan bahan yang dipilih adalah bahan yang sejuk dan nyaman.
Pendistribusian perlengkapan sekolah direncanakan dilakukan setelah libur Tahun Baru, menunggu seluruh proses pemeriksaan selesai. Reza meminta masyarakat untuk bersabar dan mempercayakan proses ini kepada mekanisme pemerintah.
“Semua langkah yang dilakukan bertujuan memastikan program pendidikan gratis benar-benar memberi manfaat maksimal bagi anak-anak Kalimantan Tengah,” pungkasnya.
Pewarta. : Titin
PT Palangka News Jaya Mandiri

Leave a Reply Cancel reply