PALANGKA -NEWS CO.ID, PALANGKA RAYA – Praktisi hukum dan aktivis sosial, Eldoniel Mahar, kembali menyuarakan keresahannya terkait maraknya praktik mafia tanah yang masih berkembang di Kota Palangka Raya. Ia menilai, kehadiran para oknum yang bermain dalam urusan pertanahan tidak hanya merugikan masyarakat kecil, tetapi juga mencoreng wajah keadilan dan pemerintahan yang bersih.31-7-2025

Dalam pernyataannya kepada awak media, Eldoniel Mahar dengan tegas menyebut bahwa penegakan hukum terhadap kasus-kasus mafia tanah di wilayah Palangka Raya masih belum maksimal. Ia menyoroti banyaknya laporan masyarakat yang mandek, serta lambannya proses penyelesaian perkara yang melibatkan konflik kepemilikan lahan.

“Mafia tanah di Palangka Raya masih eksis dan beroperasi dengan berbagai modus. Korbannya masyarakat biasa, bahkan ada yang sudah puluhan tahun menempati lahan tiba-tiba diusir atau digugat. Yang lebih menyakitkan, aparat penegak hukum terkesan lamban dan tidak serius menanganinya,” ujar Eldoniel dengan nada kecewa.

Ia juga menyayangkan lemahnya koordinasi antara lembaga pertanahan, aparat keamanan, dan pemerintah daerah, yang seharusnya bisa membentuk satuan tugas (Satgas) anti-mafia tanah secara aktif dan transparan.

Eldoniel mendesak agar Presiden melalui Kementerian ATR/BPN serta institusi penegak hukum pusat turun tangan langsung di Palangka Raya untuk memberantas mafia tanah yang makin merajalela.

“Kalau dibiarkan, kepercayaan publik terhadap hukum akan runtuh. Ini bukan soal tanah semata, ini soal keadilan, hak hidup, dan masa depan masyarakat,” pungkasnya.

Masyarakat pun diimbau untuk waspada dan berani melaporkan setiap indikasi permainan kotor dalam pengurusan tanah, serta menggalang solidaritas agar tidak menjadi korban berikutnya.

Pewarta. : Erwansyah
Sumber. : Eldoniel Mahar
PT palangka news jaya mandiri.