PALANGKA-NEWS.CO.ID, PALANGKA RAYA – Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Muhajirin mengingatkan agar Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah dapat patuh terhadap regulasi pengadaan barang dan jasa.

Menurutnya, menjaga kedisiplinan dalam menjalankan aturan menjadi kunci utama dalam pencegahan penyalahgunaan wewenang yang dapat merugikan negara maupun masyarakat.

Muhajirin menilai permasalahan penyelewangan dalam proses pengadaan barang dan jasa bukan hal biasa di lingkungan instansi pemerintah. Ia mengatakan integritas masing-masing individu sering menjadi problematika dalam birokrasi tersebut.

“Masalah itu memang bukan hanya hari ini, dan kemarin saja, sudah lama. Semuanya kembali kepada manusianya. Kadang-kadang orang itu terlalu mudah untuk mencari jalan pintas itu, tidak sabar menghadapi hidup dan selalu ingin segala sesuatu maunya instan,” ujarnya kepada awak media di ruang komisi DPRD Kalteng, Senin (08/06/2026).

Legislator dari partai Demokrat itu pun menegaskan pengelolaan birokrasi pemerintahan akan berjalan lancar apalagi administrasi dijalankan sesuai prosedural dan ketentuan yang ada.

Sebab, ia menilai regulasi yang telah disusun pemerintah pada dasarnya telah memberikan keterangan yang jelas bagi setiap penyelenggara pemerintahan.

“Kalau semuanya itu berjalan sesuai aturan enggak masalah sebenarnya, karena yang penting adalah kebijakan dalam pengelolaan pemerintahan. Selama kebijakan riilnya sesuai aturan, pasti akan aman-aman saja,” tegasnya.

Menjadi sorotan juga tantangan yang dihadapi pegawai negeri saat ini semakin seiring meningkatnya tekanan ekonomi. Kondisi tersebut, menurut dia, dapat menjadi ujian bagi integritas dan profesionalisme ASN dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

Muhajirin berharap para ASN dapat menanamkan komitmen dan integritas terhadap aturan di seluruh lini birokrasi. Supaya, pelaksanaan pengadaan barang dan jasa dapat berlangsung secara terbuka, akuntabel, serta mendorong keterwujudan birokrasi yang bersih dan berwibawa di Kalteng.

“Masalahnya sekarang ini persoalan kita lebih kompleks, semakin berat tekanan ekonomi. Orang jadi berpikir dua tiga kali. Artinya, untuk berbuat baik kita harus siap bersabar. Sebaliknya, bagi yang ingin berbuat tidak baik, kesempatan itu selalu ada,” tegasnya.

(Titin) PT Palangka news jaya Mandiri.