PALANGKA-NEWS CO.ID, PALANGKA RAYA – Insiden mengejutkan terjadi di lingkungan kantor Gubernur Kalimantan Tengah. Dua anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Kalteng JK dan RGS. diduga menjadi korban pemukulan oleh oknum yang menurut informasi anggota dari Badan Intelijen Negara (BIN).

Kejadian bermula ketika dua personel Satpol PP tengah menjalankan tugas pengamanan di sekitar area parkir yang diperuntukkan khusus untuk kendaraan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah dan Sekda Kalteng. Mereka menegur seorang pria yang memarkirkan kendaraannya di area tersebut tanpa izin.

Namun, bukannya menerima teguran, pria tersebut justru diduga langsung melayangkan pukulan kepada dua anggota Satpol PP tanpa alasan jelas. Keduanya mengalami luka ringan dan saat ini sudah mendapatkan perawatan medis.

“Anggota kami hanya menjalankan tugas. Mereka menegur dengan sopan, namun respons dari yang bersangkutan sangat berlebihan,” ujar salah satu pejabat Satpol PP Provinsi Kalteng yang enggan disebut namanya.

Pelaku disebut mengenakan pakaian preman dan mengaku sebagai anggota BIN. Namun hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak BIN mengenai keterlibatan anggotanya dalam insiden tersebut.

Perdebatan Kabid Satpol-PP dan Anggota BIN

Kejadian ini sontak memicu reaksi keras dari internal Satpol PP dan masyarakat sipil. Banyak yang mempertanyakan prosedur keamanan serta etika aparat negara di lingkungan pemerintahan daerah.

“Pemerintah daerah harus tegas. Jika benar pelakunya aparat negara, maka harus ada klarifikasi resmi dan sanksi tegas. Tidak boleh ada kekerasan terhadap petugas yang menjalankan tugas,” tegas salah satu saksi .

Tegang saling adu debat

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian maupun Pemerintah Provinsi Kalteng dan Kasatpol PP dan hasil visum dari dua org  anggota Satpol PP Kalteng.

 

Pewarta. : Red pknews

PT Palangka news jaya mandiri.