PALANGKA RAYA – Persoalan antarmahasiswa yang berujung pada saling keberatan terkait pengungkapan aib pribadi menjadi perhatian dan membutuhkan penyelesaian secara bijaksana. Menyikapi situasi tersebut, Cak Sam mengambil langkah mediasi dengan mengedepankan dialog, keterbukaan, serta sikap saling menghormati. Dipublikasikan 18/10)2026.
Mediasi ini diharapkan menjadi ruang bagi kedua belah pihak untuk menyampaikan persoalan dari sudut pandang masing-masing tanpa memperkeruh keadaan, baik melalui perdebatan langsung maupun penyebaran informasi pribadi di media sosial.
Cak Sam menilai bahwa persoalan di kalangan mahasiswa seharusnya diselesaikan dengan kedewasaan berpikir dan tanggung jawab atas setiap tindakan. Perbedaan pendapat maupun kekecewaan tidak semestinya berkembang menjadi konflik berkepanjangan yang merugikan masa depan para mahasiswa.
Cak Sam: Utamakan Dialog, Jangan Memperkeruh Persoalan
Dalam draf pernyataan yang perlu dikonfirmasi, Cak Sam menyampaikan bahwa mediasi merupakan langkah untuk membuka ruang komunikasi dan mencari jalan keluar yang dapat diterima kedua belah pihak.
“Persoalan ini jangan sampai semakin melebar hanya karena emosi dan keinginan saling membuka kekurangan masing-masing. Kita harus mengutamakan dialog, mendengarkan penjelasan kedua pihak, dan mencari penyelesaian yang adil. Tujuan mediasi bukan mencari siapa yang harus dipermalukan, melainkan bagaimana persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik,” demikian draf kutipan Cak Sam.
Menurutnya, mahasiswa merupakan generasi muda yang sedang membangun masa depan. Karena itu, setiap persoalan seharusnya menjadi pelajaran untuk memperbaiki sikap, menjaga etika pergaulan, serta memahami batas privasi orang lain.
Mahasiswi: Berharap Persoalan Dapat Diselesaikan dengan Baik
Dari sisi mahasiswi yang diduga mengungkap persoalan pribadi tersebut,a kepada yang bersangkutan.
“Saya berharap persoalan ini dapat diselesaikan melalui mediasi. Saya bersedia menyampaikan penjelasan mengenai apa yang terjadi dan mendengarkan keberatan pihak lain. Jika ada tindakan atau perkataan saya yang menimbulkan persoalan, saya berharap semuanya dapat dibicarakan secara baik-baik agar tidak berlarut-larut.”
Penyelesaian melalui dialog diharapkan memberikan kesempatan kepada mahasiswi tersebut untuk menjelaskan latar belakang tindakannya, sekalqigus memahami dampak yang mungkin dirasakan oleh pihak lain.
Mahasiswa yang Keberatan: Privasi Harus Dihormati
Sementara itu, bagi mahasiswa yang merasa keberatan karena persoalan pribadinya diungkap, disampaikan untuk mendapatkan persetujuannya.
“Saya merasa keberatan apabila persoalan pribadi saya disampaikan kepada orang lain tanpa mempertimbangkan dampaknya. Saya berharap ada penjelasan yang terbuka dan penyelesaian yang adil melalui mediasi. Saya ingin persoalan ini diselesaikan dengan baik, tanpa saling mempermalukan atau memperluas masalah.” ungkapnya.
Keberatan tersebut perlu didengarkan secara proporsional. Apabila terdapat ancaman untuk mengungkap aib atau informasi pribadi, persoalan itu sebaiknya dibahas secara hati-hati dengan memperhatikan bukti, konteks, dan dampaknya terhadap kedua pihak.
Mediasi Diharapkan Menjadi Jalan Keluar
Cak Sam diharapkan dapat membantu kedua pihak membangun komunikasi yang lebih sehat, menyepakati langkah penyelesaian, dan mencegah persoalan serupa berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Penyelesaian yang baik bukan berarti mengabaikan kesalahan, melainkan memberikan kesempatan kepada setiap pihak untuk menjelaskan persoalan, bertanggung jawab atas tindakannya, dan memperbaiki hubungan apabila memungkinkan.
Pada akhirnya, etika, penghormatan terhadap privasi, dan kemampuan mengendalikan emosi merupakan bagian penting dari kedewasaan mahasiswa. Mediasi diharapkan menjadi jalan untuk mengakhiri perselisihan secara bermartabat, tanpa intimidasi maupun tindakan saling mempermalukan.
Desi Arisandi, M.P

Leave a Reply Cancel reply