Keterangan foto: IST__Wabup Ahmad Jayadikarta menyampaikan evaluasi program penurunan stunting di Pulang Pisau.
palangkanews.co.id- Pulang Pisau Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau mengevaluasi kebijakan penurunan stunting setelah prevalensinya meningkat dari 24 persen pada 2023 menjadi 27,9 persen pada 2024. Wakil Bupati Ahmad Jayadikarta membuka ekspose awal kajian kebijakan konvergensi stunting di Pulang Pisau, Kamis (25/6/2026).
Jayadikarta menilai persoalan ini perlu ditangani sebagai bagian dari pembangunan kualitas manusia. Dampaknya dapat berlanjut pada kemampuan belajar, kesehatan, dan produktivitas generasi berikutnya, sehingga perhatian pemerintah tidak cukup terbatas pada pertumbuhan fisik.
“Kajian ini diharapkan memberikan gambaran kondisi di lapangan maupun hambatan pelaksanaan konvergensi stunting,” katanya.
Kajian juga menelaah hambatan pelaksanaan program di lapangan. Kondisi sosial ekonomi keluarga menjadi perhatian bersama faktor layanan dasar, sehingga rekomendasi perlu melihat persoalan warga secara menyeluruh.
Hasilnya diharapkan mendukung penyusunan rencana kerja pemerintah daerah. Penyelarasan program dengan anggaran menjadi bagian dari upaya agar penanganan stunting mempunyai arah yang lebih jelas.
Evaluasi akan digunakan untuk menyusun rekomendasi berbasis data bagi perencanaan dan penganggaran daerah. Pemerintah juga perlu memperhatikan keterkaitan antara gizi, kesehatan ibu dan anak, sanitasi, air bersih, serta pengasuhan dalam menentukan intervensi.

Leave a Reply Cancel reply