PALANGKA-NEWS.CO.ID, MURUNG RAYA – Pemerintah Kabupaten Murung Raya bergerak cepat menyikapi persoalan kelangkaan dan tingginya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tingkat pengecer dengan membentuk tim khusus (timsus) pengawasan distribusi BBM.

Langkah ini diambil langsung oleh Bupati Heriyus sebagai upaya memastikan penyaluran BBM di wilayah tersebut berjalan normal, tepat sasaran, serta bebas dari praktik penimbunan maupun penyalahgunaan distribusi.

Pembentukan timsus ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari dinas terkait, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), hingga aparat keamanan yang akan bekerja secara terpadu di lapangan.

Hal tersebut disampaikan Heriyus saat memimpin rapat koordinasi (rakor) penanganan persoalan BBM yang digelar di Aula Setda Gedung A, Puruk Cahu, pada Sabtu (10/5/2026).

Rakor tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, para camat, aparat keamanan, hingga pengelola SPBU yang beroperasi di wilayah Murung Raya.

Dalam forum tersebut, berbagai pihak membahas kondisi terkini distribusi BBM serta merumuskan langkah strategis guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di tengah masyarakat.

Heriyus menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin masyarakat terus terbebani akibat kelangkaan maupun lonjakan harga BBM di tingkat pengecer yang berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi.

Ia menyebutkan bahwa ketersediaan BBM merupakan kebutuhan vital yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat, sehingga penanganannya harus dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

“Pemerintah Kabupaten Murung Raya bersama seluruh pihak terkait harus bergerak cepat mencari solusi agar distribusi BBM kembali normal dan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan BBM,” tegasnya.

Selain pembentukan tim khusus, pemerintah daerah juga meminta seluruh leading sektor, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan, untuk aktif melakukan pemantauan di lapangan.

Pengawasan tersebut mencakup pengecekan ketersediaan stok BBM di SPBU serta pengawasan distribusi guna mencegah praktik penimbunan dan penyalahgunaan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Berdasarkan penjelasan pihak SPBU dalam rakor tersebut, keterlambatan distribusi BBM yang terjadi dalam beberapa hari terakhir disebabkan oleh gangguan teknis pada armada pengangkut di perjalanan.

Meski demikian, pihak SPBU memastikan bahwa saat ini distribusi BBM ke wilayah Murung Raya telah kembali berjalan normal.

Pemerintah daerah berharap dengan langkah cepat yang diambil, stabilitas pasokan dan harga BBM dapat segera terjaga sehingga masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan dalam memperoleh bahan bakar.

Ke depan, tim khusus yang telah dibentuk akan terus melakukan pengawasan secara intensif guna memastikan distribusi BBM tetap lancar dan tepat sasaran di seluruh wilayah Murung Raya.

Reporter : Pendi

Editor : Redaksi Palangka-news

PT Palangka News Jaya Mandiri.