PALANGKA-NEWS.CO.ID, PALANGKA RAYA – Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Kalimantan Tengah mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah agar mengembangkan program tani perkebunan jengkol sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis kearifan lokal dan kerakyatan. 6/5/2026.
Program ini dapat dijalankan oleh Dinas Perkebunan dan Dinas Kehutanan sebagai penghijauan yang alami dan meningkatkan perekonomian kerakyatan jangan hanya tergantungan dengan kebun Sawit saja.
Petani Kebun Jengkol sangat mendukung perekonomian masyarakat dan pendapatan asli daerah (PAD) Perbandingan Kebun Sawit dan kebun Jengkol dapat dinilai dari modal tanam.
10 hektar Kebun Sawit sama dengan 4 Hektar Kebun Jengkol, secara profesional modal awal sampai buah awal kurun waktu 7 Tahun 45 juta Per hektare dibandingkan Kebun Jengkol modal awal sampai buah awal hidup 5-7 Tahun cuma 10-15 juta perhektar, Hasilnya masih tinggi jengkol dari sawit, perawatan mudah pemasaranpun mudah bisa dijual luar Kalteng.
Usulan ini dinilai relevan mengingat potensi lahan di Kalimantan Tengah yang cukup luas serta tanaman jengkol yang telah dikenal dan dikonsumsi masyarakat secara turun-temurun. Selain itu, jengkol memiliki nilai ekonomis yang menjanjikan apabila dikelola secara terarah dan berkelanjutan.
Perwakilan AWPI Kalteng menyampaikan bahwa program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga menjaga identitas budaya lokal yang telah melekat di tengah masyarakat. “Kami melihat jengkol bukan sekadar komoditas, tetapi bagian dari kearifan lokal yang bisa dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi rakyat,” ujarnya.
Melalui program ini, diharapkan pemerintah dapat memberikan dukungan berupa pembinaan, penyediaan bibit unggul, serta akses pasar yang lebih luas bagi para petani. Dengan demikian, jengkol dapat menjadi komoditas unggulan daerah yang mampu bersaing di pasar regional maupun nasional.
AWPI Kalteng juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha dalam merealisasikan program tersebut agar dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat jangka panjang.
Dengan adanya perhatian serius dari pemerintah daerah, program tani perkebunan jengkol berbasis kerakyatan ini diharapkan mampu menjadi solusi alternatif dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Kalimantan Tengah secara berkelanjutan.
(Tim AWPI)
PT palangka news jaya mandiri.

Leave a Reply Cancel reply